• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kimia Farma Resmi Caplok Phapros

Rabu, 27 Maret 2019 | 12:54 WIB
Kimia Farma
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Emiten produk farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) resmi merampungkan akuisisi 56,77% atau 476,90 juta lembar saham PT Phapros Tbk (PEHA) yang dimiliki PT Rajawali Nusantara Indonesia senilai Rp 1,361 triliun. Penandatangan jual beli saham PEHA antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan KAEF berlangsung Rabu (27/3/2018), di Glass House, Ritz Carlton, Jakarta.

Klik Juga : Minta Jadi Istri Kedua Sandiaga, Ternyata Tiffani Disuruh Panitia Acara

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro menyebut, akuisisi Phapros diharapkan akan meningkatkan efisiensi dari distribusi dan menambah portofolio produk KAEF. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kimia Farma dan RNI telah menantangani perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sales and purchase agreement) pada 13 Februari 2019. Tujuan pembelian saham PEHA tersebut untuk melakukan efisiensi biaya baik biaya pemasaran, penelitian dan pengembangan dengan memanfaatkan kanal distribusi yang dimiliki PEHA. "Dengan aksi ini Phapros menjadi bagian Kimia Farma. Diharapkan ada efisiensi, sinergi antar produk, dan portofolio produk KAEF akan bertambah," ungkap Wahyu, Rabu (27/3/2019).

Selain itu, Wahyu menambahkan, akuisisi tersebut sebagai titik awal rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) BUMN Farmasi yang ditargetkan akan rampung pada semester pertama di tahun ini. "Bio Farma akanmenjadi induk holding farmasi," kata Wahyu. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir menyatakan, dengan mengakuisisi Phapros diharapkan akan memberikan kontribusi 10% terhadap pendapatan KAEF. "Aksi korporasi ini bagian jangka panjang Kimia Farma memperkuat portofolio bisnis, nantinya Phapros akan melengkapi sebagian besar produk KAEF, sehingga meningkatkan value perusahaan," imbuhnya.

Basyir menjelaskan, pada tahun ini perusahaan akan memperluas distribproduk Phapros seperti Antimo ke pasar luar negeri. Tidak hanya itu, di tahun ini perusahaan juga berencana mengakusisi beberapa rumah sakit sebagai bagian dari ekspansi anorganik. KAEF akan membidik perusahaan milik BUMN maupun swasta yang menyelenggarakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebab, pada tahun ini perusahaan telah mengalokasikan belanja modal sebesar atau capital expenditures (capex) sebesar Rp 4,2 triliun. Belanja modal itu bersumber dari kas internal dan pinjaman bank.

 

 

 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC