• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sebelum Banjir Bandang Sentani, Muncul Makhluk Misterius

Minggu, 24 Maret 2019 | 07:48 WIB
Danau Sentani
Loading...

Klikbabel.com, Papua - Masih berkabung duka banjir bandang yang melanda wilayah Sentani, Jayapura, Papua Sabtu (16/3/19) lalu dunia maya kembali digegerkan dengan sebuah foto makhluk misterius yang diunggah oleh pemilik akun Twitter @FloNadayang.

Penduduk sekitar percaya, bahwa makhluk yang ada dalam foto tersebut merupakan salah satu penunggu danau.

Menurut Flo, makhluk yang diketahui bernama Walobho ini selalu muncul ke permukaan ketika ada kepala suku hendak berangkat perang atau pulang kampung.

''Foto ini diambil 1 bulan sebelum kejadian banjir bandang. Ada 1 marga di Sentani yang memiliki kemampuan untuk melihat makhluk ini. Marga ini tinggal di kampung Ayapo atau Pulau Ayapo,'' tulis Flo.

Sewaktu masih kecil, rupanya mendiang sang ibu sempat bercerita tentang penjaga Danau Sentani yang berwujud kura-kura raksasa.

Kura-kura raksasa ini berpasangan jantan dan betina. Saat muncul di permukaan danau, wujud kura-kura raksasa ini menyerupai hamparan pasir putih.

''Karena di Sentani jarang terjadi bencana alam, di saat makhluk ini muncul, warga kampung mengira akan ada kepala suku/Ondoafi yang mangkat. Setelah minggu-minggu berlalu tanpa ada ada Ondoafi yang berpulang. Warga sudah lupa kalau Walobho pernah memberi peringatan,'' imbuhnya dilansir dari GuideKu.

Flo juga mengatakan bahwa foto tersebut tak sengaja terambil fotografer saat hendak mencoba pencahayaan.

Tidak semua masyarakat wilayah Danau Sentani mampu melihat makhluk tersebut.

Konon katanya makhluk bernama Walobho ini tinggal di antara Danau Sentani dan Pegunungan Cycloop.

Bagi masyarakat umum yang bukan asli wilayah Danau Sentani, hal ini bisa dibilang sekedar legenda.

Bukan hal yang mengejutkan bagi masyarakat adat sekitar, bagi sebagian masyarakat yang tinggal dekat Danau Sentani, kemunculan Walobho tersebut ternyata telah menjadi bagian dari pengetahuan adat. 

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com