• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pelaku UMKM : Dulu Omset Rp5 Juta, Kini Merosot Tersisa Rp2 Juta

Jumat, 22 Maret 2019 | 20:59 WIB
Ilustrasi pelaku UMKM.
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Jumika Sahir, pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dikenal dengan nama Toko Rizky Sahir di Kelurahan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), mengaku prihatin akan omset produk olahan hasil laut yang merosot drastis pada saat ini.

Biasanya, dalam sehari dirinya bisa meraup untung hasil penjualan getas bola pimpong, kempelang panggang, kempelang goreng, kerupuk ikan dan kericu cumi mencapai Rp 5.000.000 dengan produk makanan sebanyak 50 kg/hari.

"Kalau tahun-tahun lalu, permintaan banyak. Jadi kita gigih ngejar target produksi. Omset seharinya mencapai 5 juta, untungnya sekitar 700 ribu, pembeli ramai. Sementara sekarang paling tinggi omset 2 juta, untungnya paling tinggi 250 ribu dengan produksi hanya 20 kilo," ujarnya, Jumat (22/3).

Pemilik toko yang telah berdiri sejak tahun 1986 tersebut menerangkan, omset pendapatan meningkat hanya pada saat momen Hari Raya Idul Fitri saja. Sedangkan, hari biasa seperti saat ini kondisi pembeli sangat sepi. Bahkan menurut dia, pernah 1 hari dalam sepekannya produknya tidak laku. 

Lesunya perekonomian Babel khususnya Basel lantaran harga komoditi lada, karet dan timah anjlok sangat memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan UMKM. Terlebih, saat ini harga tiket pesawat mahal dan beberapa maskapai penerbangan juga menerapkan sistem bagasi berbayar.

"Biasanya untuk wisuda anak konsumen beli 3 kilo, sekarang hanya 1,5 kilo. Mereka terkendala bagasi berbayar, jadi wanti-wanti biar tidak bayar bagasi, itu berpengaruh besar. Mana harga bahan baku Ikan Tenggiri sekarang mahal, yang biasanya 45 ribu sekarang 65 ribu. Apalagi, harga pulsa listrik semakin naik," keluhnya. 

Dengan kondisi itu, dia merasa pelaku UMKM seperti dirinya memang tetap mampu untuk bertahan, asalkan terus membuat terobosan seperti melakukan promosi produk melalui lapak dagang online. Dia hanya mengharapkan konsumen dari luar daerah karena nama UKM nya sudah cukup dikenal. 

"Kami harap pemda dapat kembali menstabilkan perekonomian yang lesu saat ini. Pelaku UKM seperti kami mohon diperhatikan, baik bantuan dari pusat maupun pemda ke UKM di kota maupun di daerah terpencil," jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com