• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


IPAL Tak Berfungsi, Masyarakat Desa Kepoh Bangka Selatan Kembali Buang Air ke Sungai

Sabtu, 16 Maret 2019 | 12:29 WIB
IPAL Desa Kepoh Bangka Selatan yang mengalami kerusakan. Foto ; Devi Dwi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Sejumlah bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seperti toilet, mesin air, pintu hingga keran yang berada di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sudah tidak lagi berfungsi dan terancam amblas.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, kondisi itu bukan hanya baru saat ini menjadi keluhan warga, melainkan beberapa bulan pasca dibangun oleh Pemdes Kepoh tahun 2017. Padahal, biaya yang dihabiskan mencapai Rp 400 juta.

Manaf, salah satu warga Desa Kepoh saat dimintai konfirmasi wartawan mengatakan, warga pesisir Sungai Desa Kepoh memilih buang air di sungai ketimbang di bangunan IPAL bukan tanpa alasan. Sebab, tidak lama setelah di bangun, IPAL sudah tidak bisa lagi digunakan. 

"Baru-baru dulu kami masih sering buang air di IPAL, sekarang mending buang air di sungai langsung. Lihat saja, pondasi serta tembok bangunan banyak yang retak. Mana septic tank ada yang bocor dan mengeluarkan air serta bau tak sedap. Sudah rusak, bau lagi," keluhnya, Sabtu (16/3).

Saat ini, sudah tak ada lagi warga yang terlihat hilir mudik keluar masuk IPAL. Kondisi bau yang dikeluarkan tabung septic tank akibat kebocoran tersebut digunakan memang untuk menampung sejumlah kotoran yang berasal dari rumah warga setempat. 

"Bangunannya hampir amblas pak. Mungkin waktu penimbunan kemarin asal-asalan, dan tanah puru nya tidak padat. Alhasil, pondasi bangunan bagian bawah sudah banyak yang retak," timpal warga lainnya, Herman seraya menunjukkan bangunan pondasi yang retak menganga.

Dia mengatakan, ada beberapa penyebab keretakan serta kemiringan bangunan IPAL yang bersumber dari dana DAK tersebut yang berdiri persis di bawah curam yang tak jauh dari sungai Desa Kepoh. Salah satunya, tidak maksimalnya penimbunan tanah puru saat pembangunan pondasi. 

Kades Kepoh Udayasa, membenarkan jika bangunan IPAL tersebut, tak lagi difungsikan warga. Menurutnya, kerusakan tersebut telah disampaikan ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangka Selatan. Dia berdalih, bangunan proyek yang bersumber dari dana DAK telah berumur dua tahun. Selain itu, tidak adanya biaya perawatan bangunan IPAL.

"Kemarin orang PU ada ke lokasi.  katanya akan ditindak lanjuti PPK nya. Bangunan itu sudah dua tahun, dan tidak ada biaya perawatannya. kalau tidak salah pakai dana DAK," ujarnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com