• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Gaji Naik Rp 200 Ribu, Honorer Pemkab Basel Dituntut Berlomba Tunjukkan Loyalitas

Agus Pratomo, Plh Sekda Bangka Selatan. (Foto : Devi Putra/klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com,Toboali - Pemkab Bangka Selatan (Basel) telah menaikan gaji tenaga honorer sebesar Rp200.000. Tambahan gaji tersebut dialokasikan untuk membayar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Keselamatan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Klik juga : Penggemar Juventus, Samsung Hadirkan Galaxy S10 Serba Hitam Putih

"Alokasi ini lebih diprioritaskan untuk JKN yang mencapai 150 ribu per bulan, sisa 50 ribu lainnya dialokasikan untuk JKK dan JKM. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi bagi tenaga honorer untuk mangkir dari pekerjaan tanpa alasan yang pasti," tegas Plh Sekda Basel Agus Pratomo, Senin (11/3/2019).

Oleh karenanya, dia menuntut tenaga honorer untuk berbenah lantaran telah diberlakukannya jaminan kesehatan, kematian hingga kecelakaan kerja sejak berangkat bekerja dari rumah. Tidak ada alasan lagi malas-malasan dan bekerja semaunya. Kalaupun ada urusan, paling tidak diketahui pimpinan OPD masing-masing. 

"Kami minta tenaga honorer mensyukuri alokasi jaminan ini. Apalagi untuk JKN tak hanya mereka yang mendapat jaminan, namun juga istri dan ketiga anak mereka. Juga, kontrak mereka diperpanjang tiap enam bulan sekali, tidak lagi satu tahun. Supaya mereka benar melayani dan memberikan kontribusi untuk daerah," imbuhnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Basel itu menjelaskan, kebijakaan ini diambil supaya tenaga honorer berlomba-lomba menunjukkan dedikasi serta loyalitas mereka dalam bekerja. Dirinya tak ingin, tingginya tuntutan kerja tidak diimbangi dengan jaminan kesehatan yang memadai. 

"Kebijakan ini sedikit berbeda dengan perusahaan swasta yang lebih memprioritaskan JKK, karena potensi kecelakaan kerja swasta tinggi. Disini Gaji honorer kami naikkan sebesar dua ratus ribu. Kalau alokasi JKK dan JKM memang tidak terlalu besar, paling tiga puluh sampai lima puluh ribu. Memang kami fokus pada JKN. Jangan sampai mereka dituntut kerja, namun pas sakit harus menanggung beban biaya sendiri," tandasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com