• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Nafkah Suami Kurang Jadi Penyebab Perceraian di Bangka Barat

Senin, 04 Maret 2019 | 20:36 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Ketua Pengadilan Agama Mentok, Tibyani S.Ag mengatakan, tingkat perceraian di Bangka Barat merupakan yang paling terendah. Tahun 2018, angka perceraian di Bangka Barat mencapai 350 perkara dan sepanjang bulan Januari 2019 hingga awal Maret 2019 baru ada 70 perkara perceraian. 

"Untuk wilayah se Provinsi Babel tingkat perceraian Bangka Barat ini termasuk paling rendah. Itu rata - rata dikisaran 300 sampai 350 pertahun. Itupun dengan variasi perkara ya bukan hanya perceraian mulai dari pengasuhan anak, isbat nikah kemudian ada juga poligami," Jelas Tibyani kepada wartawan, Senin (04/03/2019).

Dikatakan Tibyani, penyebab alasan pasutri dalam perceraian bermacam - macam namun yang paling banyak adalah perkara kurangnya suami dalam memberikan nafkah terhadap istri.

"Alasan perceraian sebenarnya variatif ya mulai dari perselingkuhan diakibatkan biasalah era android (media sosial) itu banyak juga, mungkin juga alasan yang selanjutnya kurang tanggung jawabnya suami dalam nafkah itu juga termasuk salah satu terbesar alasan perceraian mereka," ujarnya.

Sementara itu, kasus perceraian yang paling banyak adalah pernikahan yang baru seumur jagung. Maka dari itu, pihaknya harus melakukan proses mediasi terhadap pasangan yang ingin bercerai tersebut baru bisa berlanjut ke proses selanjutnya. 

"Disitulah memang tahap ujian dalam rumah tangga makanya sebelum kami putus perkara itu kan ada proses mediasi. Jadi pengadilan sebelum memproses perkara itu pengadilan agama wajib untuk memediasi bahkan dalam aturan tersebut kalau tidak dimediasi perkara jadi tidak sah atau batal. Makanya itu suatu keharusan makanya kami upayakan dulu mediasi itu dan kalau memang mereka tetap tidak mau damai ya solusi terakhirnya ya tetap proses perkara berjalan dan diputus," pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com