• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tak Hanya Sampai SMP, Pemkab Basel Juga Jamin Biaya Pendidikan Mahasiswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel Eddy Supriyadi. Foto : Devi Dwi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Merosotnya harga lada di Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga mengancam kelanjutan pendidikan anak salah seorang petani di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) turut menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Basel Edy Supriadi.

Edo, sapaan akrabnya mengaku prihatin terkait harga lada yang kini hanya dihargai berkisar Rp 46.000 sampai Rp 50.000. Ia berharap adanya perkembangan baik dari harga komoditas unggulan masyarakat Babel tersebut kedepannya.

"Berkaitan dengan siswa yang terancam putus sekolah itu kita akan jamin bebas biaya-biayanya. Kalau ada siswa yang secara ekonomi tidak mampu sekolah kita jamin tidak putus sekolah," ujarnya, Sabtu (2/3) saat dimintai konfirmasi wartawan.

Diakuinya, pihaknya siap menjamin biaya pendidikan bagi anak-anak di daerah ini sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebab, hal tersebut sudah menjadi kewajiban pemerintah sesuai amanat undang-undang wajib belajar 9 tahun.

"Sedangkan kalau ada anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi, sementara orang tuanya kurang mampu terus membiayainya, kita juga punya program dalam menyikapi kondisi itu. Kita ada program Junjung Besaoh Goes to Campus, bagi mahasiswa miskin prestasi untuk kuliah di PT," tandasnya.

Sebelumnya, kian merosotnya harga lada di Provinsi Babel khususnya di Basel saat ini tentunya sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Terbaru, harga lada di daerah ini hanya dihargai Rp 46.000/kg dan ironisnya paling tinggi hanya dihargai Rp 50.000/kg. Padahal, komoditi tersebut masih menjadi salah satu komoditi unggulan bagi masyarakat.

"Kalau harga lada begini terus pak, anak kita bisa putus sekolah. Jangankan untuk bayar SPP anak sekolah, untuk makan sehari-hari juga kita mulai kebingungan. Dulunya kita jual satu karung bisa untuk makan lebih dari satu bulan, nah sekarang boro-boro pak," sebut Wadi.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com