• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Garuda Siap Caplok 51 Persen Saham Sriwijaya Air

Garuda Indonesia
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Emiten penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana mengakuisisi minimal 51% saham PT Sriwijaya Air karena opsi tersebut sudah termaktub dalam perjanjian kerja sama operasi (KSO) yang diteken bersama kedua pihak pada November 2018.

"Oh iya kami di dalam perjanjian memang sudah ada opsi untuk membeli minimum 51% [saham Sriwijaya]," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Pria yang akrab disapa Ari Ashkara mengatakan saat ini BUMN penerbangan itu dalam proses penilaian aset dan negosiasi berapa nilai akuisisi tersebut.

"Jadi dalam waktu maksimal 5 tahun kami akan exercise [opsi tersebut]. Jadi kita lihat perkembangannya, kalau memang kondisinya bagus, bagaimana kami bisa meminta Sriwijaya pengembalian utangnya, dan prospek ke depannya bagus, ya kami akan exercise," kata mantan Dirut Pelindo III ini.

Garuda melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia, sudah mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air Group yang terdiri dari maskapai Sriwijaya Air dan NAM Air. KSO tersebut direalisasikan pada 9 November 2018.

Lewat KSO ini, seluruh operasional Sriwijaya Group termasuk keuangan berada di bawah pengelolaan Garuda. Ari mengatakan penghematan itu dilakukan melalui layanan anak usaha Garuda seperti bisnis catering dan fasilitas perawatan pesawat. 

Garuda bahkan berkomitmen akan menekan struktur biaya di Sriwijaya Air dengan target penghematan sebesar Rp 750 miliar dalam kerja sama operasi. Ari mengatakan kerja sama dengan Sriwijaya karena dalam posisi maskapai yang didirikan oleh keluarga Chandra Lie itu kesulitan keuangan dan memiliki utang kepada Garuda Indonesia. 

Selain itu, Garuda juga sangat membuka diri dan menunggu proposal kerja sama dari PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), induk maskapai Indonesia AirAsia, untuk bermitra, termasuk KSO seperti yang dilakukan dengan Sriwijaya Air. 

"Tanya AirAsia deh. Kalau kami sebenarnya terbuka untuk kerja sama dengan AirAsia. Kami belum tahu [bagaimana], kalau mereka mau [kerja sama] pun kami tunggu proposal dulu," katanya.

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC