• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


BitCoin Rugikan Masyarakat Babel Rp2 Triliun

Rabu, 27 Februari 2019 | 14:24 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Masyarakat Bangka Belitung ikut mengalami kerugian dari investasi BitCoin. Kerugian yang diderita tak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp 2 triliun. Hal ini diungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sudarman dalam rapat Tim Kerja Satgas Waspada Investasi (SWI), Rabu (27/2/2019).

Klik Juga : Feri Botak, Residivis Pencurian Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Menurut Sudarman, saat ini kasus tersebut sedang ditangani Polda Babel. Untuk itu diperlukan kehati-hatian ketika ingin berinvestasi. Apalagi ada iming-iming mendapatkan keuntungan besar. Sebab keuntungan tidak wajar berpotensi merugikan. Saat ini, kata Sudarman, penawaran investasi beragam dan berbagai cara baik melalui medsos maupun media mainstream. Trik yang digunakan pun beragam mulai dari bunga tinggi, persyaratan mudah dan cepat dan tidak ada jaminan. "Perhatikan legalitas perusahaan tempat berinvestasi. Jangan mudah percaya dengan iklan yang disampaikan public figure, karena ini menjadi strategi menarik minat berinvestasi," kata dia.

Saat ini, fintech peer-to-peer lending terdaftar di OJK berjumlah 99 perusahaan. Sedangkan fintech peer-to-peer lending ilegal berjumlah 635 entitas. Banyaknya fintech peer-to-peer ilegal dikarenakan pelaku mudah membuat aplikasi. "Pelaku fintech peer-to-peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi, tapi juga link unduh yang disebar melalui SMS atau dicantumkan dalam situs milik pelaku," jelas Sudarman.

Masyarakat kata Sudarman, dapat mengakses informasi tersebut melalui situs http://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Negative. Sejumlah perusahaan yang tidak terdaftar dan tidak di bawah pengawasan OJK ini berpotensi merugikan masyarakat. Terhitung sejak tahun 2007 hingga 2017, beberapa perusahaan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat mencapai angka Rp105,81 triliun. Ada jutaan korban masyarakat dirugikan akibat aksi sejumlah perusahaan tersebut.

Kadiskominfo Sudarman mengatakan, kerugian yang diderita masyarakat ini tidak dapat dicover oleh aset yang disita dalam rangka pengembalian dana masyarakat. Penyebab utama kejadian ini, masyarakat mudah tergiur bunga tinggi.

 

 

 

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com