• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Modal Andalkan Ketokohan Hingga Bertapa dengan Nyi Roro Kidul

Selasa, 26 Februari 2019 | 08:41 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Ada seribu jalan menuju Senayan, begitulah prinsip para caleg yang menjadi peserta Pemilu 2019. Sebab ada dari mereka yang tak hanya mengandalkan jalur biasa seperti menebar poster, baliho, atau menggelar pertemuan, tapi juga ”jalan gaib.”

MODAL yang cekak, membuat Supriatno harus benar-benar memeras otak agar mampu menemukan cara paling moncer untuk memenangkan pertarungan melawan caleg-caleg berkantong tebal.

Mengandalkan ketokohan keluarganya, caleg yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk DPR RI ini telaten menyambangi warga di daerah pemilihannya, Sukabumi, Jawa Barat.

Ia menceritakan, sang nenek semasa hidup dulu adalah orang terkenal di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya Pelabuhan Ratu. Sebab, neneknya adalah paraji atau dukun beranak yang populer dengan nama Mak Haji Jawa.

"Nenek saya terkenal karena suka membantu orang tanpa bayaran di kampung. Karenanya ia disegani. Sekarang, orang-orang di Pelabuhan Ratu sudah mengenal saya sebagai cucunya Mak Haji Jawa," tutur Supriatno, pekan lalu kepada Suara.com (jaringan klikbabel.com)

Ketika era Mak Haji Jawa berakhir, pamor keluarga Supriatno sebagai paraji diampu oleh sang bibi. Sama seperti Mak Haji Jawa, bibinya juga populer di kalangan massa.

Karenanya, setiap berkampanye di hadapan warga Sukabumi, Supri selalu menjelaskan dirinya sebagai cucu Mak Haji Jawa dan juga keponakan bibinya yang paraji.

Tak hanya itu, Supri juga mendorong ayah dan keluarganya yang berprofesi sebagai nelayan untuk turut menyosialisasikan dirinya kepada rekan sekerja.

“Relawan saya ya keluarga sendiri, teman-teman di kampung, dan jaringan aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Sukabumi—dulu saya sempat menjadi pemimpin organisasi itu,” jelasnya.

Namun, Supri menginsafi ada keterbatasan pada pola kampanyenya. Ketokohan sang nenek maupun pamor keluarganya yang lain, belum menjadi jaminan calon konstituen setia memilihnya pada hari pencoblosan.

Meski ia berhari-hari berkampanye, tetap ada kemungkinan massa pendukungnya berubah haluan hanya karena terkena “serangan fajar” caleg lain pada “hari-H”.

Karenanya, Supri menempuh jalan lain untuk menopang kampanyenya: jalur gaib.

Prabu Siliwangi dan Nyi Roro Kidul

Pria 45 tahun ini mengakui biasa bersemadi atau bertapa di Pendopo Gusti Prabu Siliwangi, yang terdapat di dapilnya.

Prabu Siliwangi adalah tokoh misterius yang diyakini sebagai maharaja di Jawa Barat masa kuno.

Selain itu, Supri juga kerap bersemadi di petilasan Nyi Roro Kidul—sosok mitos yang disebut penguasa pantai selatan Jawa—yang diyakini terletak di Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Jabar.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak caleg yang datang ke ‘orang pintar’ atau dukun, untuk minta bantuan agar terpilih jadi anggota DPR,” tukasnya.

Tak jarang, caleg-caleg yang meyakini laku seperti itu rela mengeluarkan uang sampai puluhan juta rupiah untuk membayar jasa para dukun.

"Hampir semua orang Indonesia itu tak lepas dari kearifan lokal, tak jauh-jauh dari ‘orang pintar’. Mulai dari pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden. Cuma orang kan diam-diam, malu kalau ketahuan publik. Kalau saya kan biasa saja," jelasnya.

Supri mengklaim, dirinya tak seperti caleg-caleg lain yang rela membayar mahal para dukun. Ia justru kerap kali menerima tawaran bantuan cuma-cuma dari dukun di wilayah Sukabumi.

"Misalnya di daerah Cimaja Sukabumi, saat relawan pasang spanduk, ada dukun melihat dan bilang minta bertemu saya. Akhirnya saya temui dukun itu. Dia menghitung peluang saya memakai ilmu falaq. Dalam hitungan dukun itu, nomor peserta saya yakni 5 bisa ‘bertemu’ dengan 17 April (hari pencoblosan). Dia bilang Insyallah jadi, ini peluangnya besar," klaimnya.

Karena berpeluang besar menang menurut ilmu falaq, Supri mengklaim dukun tua itu mau membantunya secara gratis.

"Dukun tua itu kini jadi relawan saya. Dia minta kartu nama saya. Dia sampai bilang, satu kampung ini semua milih kamu, tenang saja pasti menang," tutur Supri menirukan perkataan sang dukun.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com