• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


The Fed Galau, Suku Bunga Bisa Kembali Naik

Kamis, 21 Februari 2019 | 07:14 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve ternyata belum mantap menahan laju kenaikan suku bunganya, menurut risalah rapat penentuan suku bunga 30 Januari lalu yang dirilis Rabu (20/2/2019).

Dari catatan tersebut terlihat bahwa para pembuat kebijakan The Fed masih berdebat mengenai sampai kapan pendekatan bersabar itu dapat mereka ambil.

Beberapa pejabat bank sentral berpendapat bahwa kenaikan suku bunga atau federal funds rate akan diperlukan hanya jika inflasi melonjak tiba-tiba.

Namun, "beberapa partisipan lainnya mengindikasikan bahwa jika ekonomi berubah sebagaimana yang mereka harapkan, mereka akan berpendapat bahwa perlu untuk menaikkan kisaran target federal funds rate tahun ini," dilansir dari Reuters.

Dua pandangan berbeda itu mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin saja belum mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya namun hanya menundanya.

Di Januari, The Fed mengejutkan pasar dengan mengatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunganya. Sebelumnya, bank sentral selalu menegaskan akan menaikkan suku bunga acuan secara bertahap.

Dalam rapat tersebut The Fed menahan bunga acuan di kisaran 2,25%-2,5% setelah menaikkannya sebesar 25 basis poin di Desember.

Kebijakan dovish tersebut dipicu oleh berbagai risiko terhadap perekonomian AS, termasuk perlambatan ekonomi China dan Eropa serta berkurangnya stimulus fiskal dari langkah pemotongan pajak AS di 2018.

Beberapa pejabat The Fed yang berbicara setelah pertemuan di Januari menegaskan bahwa ekonomi AS berada dalam kondisi baik. Namun, keraguan di pasar masih ada yang terlihat dari semakin tingginya pelaku pasar yang memperkirakan The Fed akan melonggarkan kebijakannya awal tahun depan untuk menangkal perlambatan ekonomi.

"Nada risalah pertemuan itu jelaslah bukan sebuah komitmen," kata Ward McCarthy, ekonom di Jefferies LLC.

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC