• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Rasakan Kekhassan Kopi Hanya di Warkop Ahen

Junita, istri Ahen saat menyeduh kopi di warung kopi miliknya. Foto ; Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Sajian khas aroma kopi yang berbeda dari lainnya, karena kekhassan aromanya telah bertahan selama 40an tahun, kali ini bisa didapatkan dari salah satu warung kopi (warkop) yang ada di salah satu sudut Kota Sungailiat. 

Warkop Ahen, yang berdiri sejak tahun 1982 adalah salah satu warung kopi, dari banyaknya warung kopi yang ada di Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota Sungailiat, membuat warkop tersebut mudah di jangkau. Terletak di Lingkungan Kuday, Kecamatan Sungailiat, tepatnya di pertigaan simpang Matras.

Ahen, sang pemilik warkop mengatakan, terdapat hal berbeda dari cara penyajian dan penyeduhan kopi yang terlihat unik di warkopnya yang masih menggunakan arang sebagai bara untuk menyeduh kopi.''Mungkin karena itu, membuat aroma kopi di kami khas, menurut para pengunjung,''jelasnya, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, penyajian kopi agar mempunyai aroma khas, memang harus menggunakan metode khusus. Seperti metode khusus, yakni arang sebagai bara untuk memasak kopi tersebut saat diseduh, serta dengan suhu yang khusus dihasilkan dari proses pembakaran arang. ''Aroma kopi akan dihasilkan dari bahan proses pembakarannya pada saat diseduh, karena itu sejak warkop ini berdiri kami menggunakan arang sebagai bahan bakar,''terangnya.

Sementara itu, Junita istri Ahen juga menceritakan asal mula dan kapan mereka memulai usahannya tersebut dari tahun 60an, dengan modal seadaanya pada saat itu.

Sang suami (Ahen) pada mulanya hanya bekerja sebagai penjual ikan di Pasar Sungailiat kala itu, dan mereka mulai mempunyai keinginan untuk membuka warung kopi sejak lama ketika suaminya mulai kurang mendapatkan hasil dari berjualan ikan untuk kehidupan sehari-hari. ''Pada tahun delapan puluh dua, saya dan suami mulai berpikir untuk memulai usaha lain, karena hasil dari menjual ikan kurang hasilnya, untuk menghidupi keluarga,''ucapnya. 

Ahen dan Junita sendiri, diketahui mempunyai tiga orang anak yang harus dibesarkannya, dan saat ini, mereka sangat bersyukur ketiga anaknya tersebut bisa selesai pendidikannya hingga SLTA. 

Banyak kisah perjalanan dari kehidupan mereka selama menjalani usaha warkop tersebut, dengan modal keyakinan serta ketekunanlah, usaha yang mereka rintis berdua dapat bertahan hingga sekarang. ''Kuncinya, yakin dengan keinginan, tekun dengan usaha, jangan mudah putus asa ketika rugi,'' pungkas Junita. 

Sementara itu, selain menyediakan kopi susu yang dihargai dengan Rp. 7.000,- pergelas, Warkop Ahen juga menyediakan es campur yang dingin serta menyegarkan seharga Rp. 10.000,- per porsi, yang tentunya masih terjangkau dengan isi kantong.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com