• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kabupaten Bangka Masuk Prioritas Stunting di Indonesia

Selasa, 19 Februari 2019 | 21:43 WIB
Sosialisasi penurunan stunting. Foto ; Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar sosialisasi penurunan prevalensi stunting, dalam rangka penurunan prevalensi stunting. Kegiatan digelar, Selasa (16/2/2019) di OR Setda Bangka. 

Direktur Infokom BMK Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Wiryanta dalam kesempatan itu mengatakan, penurunan prevalensi stunting mentargetkan pemangku kepentingan agar sadar stunting itu penting. Harapannya sendiri, agar dapat menjadi isu yang dikerjakan bersama.

Wilayah Kabupaten Bangka menjadi salah satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting pada tahun 2019. Ia melanjutkan, selama 4 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting dari 37,2% (riskesdas 2013) menjadi 30,8% (riskesdas 2018). ''Angkanya masih tinggi, artinya masih ada tiga dari 10 balita stunting di Indonesia namun pemerintah optimis angkanya semakin turun karena ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting,"jelasnya.

Wiryanta juga menerangkan, definisi stunting yakni, kekurangan gizi kronis pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama dan Pemerintah sudah melakukan intervensi dalam 2 skema. 

Pertama intervensi spesifik atau gizi dalam melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak suplementasi gizi,pemberian tablet darah dan konsultasi. ''Kedua, intervensi Sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, Alokasi Dana Desa,edukasi sosialisasi dan sebagainya,''ucapnya.

Menurutnya, program stunting juga sangat banyak, baik dari aspek kesehatan maupun non kesehatan, anggaran pun dapat dikatakan besar dalam penanggulangannya. ''Namun ragam program tidak akan berdampak banyak, bila tidak disertai pola pikir sehat dari masyarakat kita. Harus ada perubahan perilaku,"ungkapnya. 

Lebih lanjut, penerapan stunting ini, dikatakan Wiryanta, sangat penting untuk mencegah banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak berkompeten ketika menghadapinya. 

Pada tahun ini, diperkirakan penyangga ekonomi bangsa Indonesia 68% adalah orang-orang produktif yang lahir saat ini. Pemerintah juga tidak ingin sumber daya manusia ini mundur sebelum pertandingan Global karena kala kompetisi akibat stunting.

Sementara itu, berdasarkan Inpres nomor 9 tahun 2015 tentang pengelolaan komunikasi publik, kominfo diminta untuk mengakomodir isi sektor menjadi narasi tunggal untuk disampaikan ke masyarakat dan khusus untuk stunting kominfo sendiri, saat ini menjadi koordinator kampanye nasional, bersama Kementerian Kesehatan dan 10 institusi pemerintah lainnya termasuk pemerintah daerah.

''Kominfo berharap masyarakat dapat melakukan 3P, Peduli, Pahami dan Partisipasi, untuk membantu pengurangan stunting peduli. Dimulai dari peduli lingkungan sekitar, melihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar, dan pahami carilah informasi sebanyak mungkin melalui media ataupun tentang stunting, lalu berpartisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarganya dan edukasi masyarakat,''pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com