• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Miris, Caleg Emak-emak Banyak Tak Paham Aturan

Jumat, 15 Februari 2019 | 19:02 WIB
Caleg perempuan Dapil I Bangka Barat usai menerima sosialisasi KPU. Foto ; Ira/klikbabel.com
Loading...


Klikbabel.com, Muntok - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat mengajak para calon legislatif perempuan dari Daerah Pemilihan 1 (Muntok - Simpang Teritip) untuk Ngobrol Pemilu (Ngopi) dengan membahas Peran Perempuan Dalam Kampanye Pemilu 2019 di Kedai Kepo, Kp.Jawa Muntok. 

Ketua KPU Babar Pardi mengatakan, caleg perempuan ini masih banyak yang belum tahu tentang aturan tentang kampanye. Oleh sebab itu, menurut Pardi hal ini perlu disosialisasikan agar mereka tahu bagaimana aturan dalam berkampanye.

"Jadi memang sengaja fokus kita adalah sosialisasi tentang kampanye kepada caleg emak-emak ini karena kami melihat banyak tadi dari hasil diskusi kita ternyata banyak yang belum mengerti aturan. Jadi banyak yang tidak tahu aturan boleh kampanye ini gak, boleh itu gak. Karena mungkin ini adalah pendidikan politik yang ada didalam partai politik yang masih kurang jadi tidak merata hanya sebagian caleg tertentu saja yang mengetahui daripada yang lainnya," Kata Pardi kepada wartawan. Jumat (15/02/2019) sore.

Pardi melanjutkan bahwa pemilih perempuan dengan pemilih laki - laki itu tidak jauh berbeda. Di Kabupaten Barat sendiri, pemilih perempuan ada sebanyak 62.000 orang , sedangkan pemilih lelaki sebanyak 66.000 orang dengan total kurang lebih 128.000 orang.

Namun menurutnya, pemilih perempuan yang paling banyak tertarik untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara ketimbang pemilih laki - laki untuk memberikan hak suaranya.

"Sebenarnya jumlah pemilih kita ini kan laki - laki dengan perempuan ini jumlahnya gak terlalu jauh bedanya. Misalnya Bangka barat, Bangka barat itu kan kalau dari 128ribu itu laki lakinya mungkin sekitar 66ribu klo gak salah, yang perempuannya sekitar 62ribu sehingga totalnya itu sekitar 128ribu, tingkat presentase itu yang datang ke TPS dari pemilu sebelumnya itu yang kita lihat perempuan lebih tinggi dengan jumlah mata pilih yang sama perempuan jauh lebih banyak datang ke TPS artinya sebenarnya potensi bagi caleg perempuan untuk mengkapitalisasi pemilih perempuan ini untuk memilih mereka sebenarnya, peluang mereka ada," pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com