• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Saham Garuda Kembali Terbang

Rabu, 13 Februari 2019 | 12:53 WIB
Garuda Indonesia
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Rencana penurunan harga avtur oleh Pertamina (Persero) langsung membentuk persepsi positif investor atas kenaikan harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Data Bursa Efek Indonesia pada jeda sesi I, Rabu (13/2/2019), mencatat saham GIAA naik 3,49% di level Rp 474/saham dengan nilai transaksi Rp 26,77 miliar dan volume 56,88 juta saham.

Senin malam, Presiden Joko Widodo menyinggung Pertamina terkait harga avtur yang dinilai mahal, dan mengatakan akan memanggil direksi BUMN tersebut untuk membahas harga bahan bakar pesawat. Jajaran direksi Pertamina pun merespons dan berencana menurunkan harga avtur. "Tim sedang bekerja, mudah-mudahan satu dua jam lagi akan ada pengumuman bagus. Berita bagus lah sesuai dengan regulasi," ujar Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Masud Khamid. Penurunan harga avtur ini tentu menjadi katalis positif mengingat porsi biaya avtur ke struktur biaya maskapai bisa mencapai 40%.

Dalam sebulan terakhir, saham GIAA sudah naik 53% dan secara year to date naik 59%. Bahkan 3 bulan terakhir saham GIAA meroket 137%. Selain diguyur kabar harga avtur turun, sebelumnya kinerja fundamental Garuda yang mulai membaik dan strategi kerja sama operasi (KSO) berhasil mengerek saham GIAA. Ada ekspektasi pasar bahwa prospek bisnis induk usaha PT Citilink Indonesia ini bakal moncer menyusul ditekennya KSO dengan dua maskapai lain. Pada pertengahan November 2015, Garuda Indonesia, melalui Citilink, mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air Group yang terdiri dari maskapai Sriwijaya dan NAM Air.

Nantinya, keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut. Kemudian pada Desember 2018, Garuda Indonesia juga menyampaikan bahwa AirAsia Indonesia menawarkan diri untuk menjalin KSO dengan Garuda Indonesia. Garuda Indonesia mencatatkan saham perdana atau listing di BEI pada 11 Februari 2011. Harga penawaran umum alias initial public offering (IPO) di level Rp 750/saham. Saat itu, Garuda menawarkan 6,34 miliar saham dan meraup Rp 4,75 triliun lewat IPO ini.

 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC