• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Gejolak Ekonomi Global Masih Bayangi Pergerakan Rupiah

Rabu, 13 Februari 2019 | 11:00 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (12/2) berdasarkan data Yahoo Finance, melemah menjadi Rp14.065/ USD dibandingkan sebelumnya Rp14.035/USD. Sementara menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah tertahan pada zona merah menjadi Rp14.088/ USD.

Klik Juga : Pendaftaran Pegawai Kontrak Setara PNS Terakhir 17 Februari

Nilai tukar rupiah kian melemah di pembukaan perdagangan pekan ini, walaupun penjualan ritel Indonesia melampaui ekspektasi dengan mencatat peningkatan 7,7% pada Desember 2018. Meskipun penjualan ritel yang positif akan meningkatkan keyakinan terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, pergerakan nilai tukar rupiah tetap sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat masih terus membebani kurs rupiah dan mata uang pasar berkembang lainnya.

Kombinasi apresiasi dolar AS dan kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global mungkin menekan rupiah di jangka pendek. Namun, keputusan The Fed akan kecondongan untuk menunda kenaikan suku bunga (dovish) seharusnya akan membatasi penurunan. “Perhatian investor akan tertuju pada data perdagangan yang dijadwalkan untuk dirilis pada hari ini (Rabu) yang mungkin memberi informasi tambahan mengenai keadaan ekonomi Indonesia,” ujar Lukman di Jakarta kemarin.

Menurut dia, data ini akan sangat dicermati untuk melihat pertanda dampak ketegangan dagang terhadap impor dan ekspor Indonesia. Nilai tukar rupiah dapat meningkat apabila data ekonomi Indonesia terus melampaui prediksi pasar. “Rupiah dapat menyentuh Rp14.100 di jangka pendek apabila dolar AS terus menguat,” ungkap dia. Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM Jameel Ahmad menambahkan, hal lain yang mungkin memperkuat dolar AS adalah keadaan ekonomi Negeri Paman Sam tersebut yang terus mengesankan. 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : okezone.com