• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sufiyan ; Penyelenggara Pemilu Harus Netral

Selasa, 12 Februari 2019 | 11:21 WIB
Anggota DPRD Bangka Sufiyan. Foto ; Rama/klikbabel.com

Klikbabel.com, Sungailiat - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan digelar April mendatang, imbauan diberikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Sufiyan.

Ia berharap para penyelenggara pemilu, mulai dari Komisi Pemilihan Umum, maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajarannya untuk bekerja secara netral dan profesional. ''Ini untuk menjaga iklim pesta demokrasi kita tetap kondusif. Kita sebagai caleg maupun anggota DPRD yang masih menjabat sekarang mengajak semua masyarakat untuk menjaga iklim atau suasana yang kondusif. Jadi artinya Pileg dan Pilpres adalah pesta demokrasi yang harus kita jaga,''jelasnya, Selasa (12/2/2019).

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Pemali, Bakam dan Puding Besar ini menuturkan, masyarakat juga dituntut untuk semakin dewasa dalam memilih pemimpin mereka.
''Semua pihak harus berperang melawan praktek politik curang dan culas sebagai komitmen bersama. Demikian juga Panwaslunya yang ada di kecamatan dan desa harus bersikap netral sesuai dengan perintah undang-undang,''ungkapnya.

Kedepan juga diharapkan Sufiyan, tidak ada lagi indikasi tentang penyelenggara pemilu bermain. Apalagi demokrasi pada Pileg dan Pilpres di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. ''Semua pihak harus menjaga marwah demokrasi itu. Yang kita bangun bersama untuk menuju kesejahteraan rakyat, yang artinya tidak boleh dikotori oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,''ucapnya.

Dirinya juga ingin seluruh elemen masyarakat, yang merasa dirugikan terkait pemilu untuk melaporkannya kepada penyelenggara sebelum masuk ke ranah hukum. 

Hal tersebut dilakukan, agar segala tafsir atas Undang-undang (uu) mengenai peraturan yang selama ini dinilai tidak netral, tidak berpihak kepada siapapun. ''Kadang terjadi gesekan antar timses (tim sukses) peserta pemilu yang sering terjadi. Masa kampanye mulai tanggal 23 September sampai dengan 14 April kalau tidak menjaga netralitas akan menyebabkan kekeruhan dalam suasana pemilu,'' jelasnya.

Kepada para timses peserta pemilu, diharapkannya, juga agar tidak usah menggunakan bahasa dengan ujaran kebencian dan sudah seharusnya mengedepankan sopan santun.

"Agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung. Mereka mempunyai kedaulatan. Rakyat harus berdaulat menentukan pilihannya. Karena masa depan negara kita, masa depan daerah kita ditentukan oleh pilihan masyarakat itu,''tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com