• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Desa Air Ruay Terbanyak Kasus DBD

Senin, 04 Februari 2019 | 22:22 WIB
Edha Setianingsih, selaku Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat. Foto ; Rama/klikbabel.com

Klikbabel.com, Sungailiat - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Bangka hingga saat ini tercatat ada 14 kasus. Dari jumlah itu terdapat 6 orang anak-anak yang terjangkit penyakit tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Edha Setianingsih, selaku Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat. Meski demikian menurut Edha, belum ada ketetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jumlah itu dianggap lebih rendah jika dikomparasi dengan kasus yang terjadi pada rentang waktu yang sama periode sebelumnya. 

Penentuan KLB sendiri menurutnya ada regulasi yang mengatur. Misalnya sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan. Syaratnya adalah adanya kejadian yang meningkat dua kali lipat atau lebih. ''Itu belum KLB, karena pada periode kemarin tahun 2018 itu ada 20 kasus, kalau lebih dari itu baru bisa KLB,''jelasnya, Senin (4/2/2019).

Sementara menurut Alhawa Priezen petugas rekam medis RSUD Depati Bahrin, sebenarnya untuk data pasien penderita Demam Dengue (DD) sampai saat ini tercatat ada 31 kasus di wilayah Kabupaten Bangka.

Untuk kasus DBD sendiri, dikatakan Alhawa, hanya terdapat 14 kasus yang tercatat sampai hari ini, Senin (4/2) di Kabupaten Bangka. ''DDnya ada 31 kasus, tapi itukan total DD. DBDnya ada 14 kasus itu tadi,''terangnya.

Lebih lanjut, data pihaknya sendiri mencatat wilayah yang paling banyak terjangkit DBD tersebut adalah Kecamatan Pemali dengan 8 kasus, khususnya di Desa Air Ruay. ''Yang paling banyak ada di Air Ruay. Kecamatan lainnya tidak sebanyak itu,''ungkapnya.
 
Untuk penanganannya sendiri, Alhawa menyampaikan, harus dilakukan segenap elemen untuk membatasi ruang gerak nyamuk dan dilakukan secara masif dan serentak.

Penanganan lebih rinci sendiri, menurutnya merupakan hak dan wewenang dinas terkait dalam hal pencegahan dan penanggulangan kasus DBD ini. ''Ada dinasnya bang, kita hanya sampai perawatan. Dan untuk hal itu, kan ada dinas kesehatan yang menanganinya,''pungkas Alhawa.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com