• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sebelum Meninggal, Parhan Sempat Minta Plt

Sabtu, 02 Februari 2019 | 06:57 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat melayat di Rumah Dinas Ketua DPRD Babar Hendra Kurniady. Foto ; Ira/klikbabel.com

Klikbabel.com, Muntok - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan bercerita tentang Bupati Bangka Barat, Drs. H. Parhan Ali dan Ketua DPRD Bangka Barat, Hendra Kurniady semasa hidupnya. Dimata Gubernur, sosok Parhan Ali dan Hendra Kurniady sangat baik. 

"Baik, Pak Parhan maupun Pak Hendra ini , saya kalau dengan Pak Parhan kebetulan Pak Parhan ini adalah teman sejawat mertua saya. Jadi kami berdua ini kalau Pak Parhan dengan Bu Parhan itu kalau diluar tugas kami manggilnya Om. Jadi sangat dekat sekali dan beliau dalam tugas kesehari-harian dengan kami lancar saja dalam berkoordinasi dan kesan saya dia orang yang cepat dalam bekerja, melayani dan pekerja keras," jelasnya, Jumat malam (2/2/2019).

Sementara Hendra, menurut Erzaldi adalah sosok yang patuh dengan aturan walaupun agak sedikit keras. "Begitu juga dengan Pak Hendra, keras, taat aturan, sekalipun berselisih pendapat tapi beliau intinya patuh dengan aturan dan cepat cairnya kalau ada sesuatu hal yang bersinggungan. Ya begitulah kehidupan, yang penting kita saling memaafkan," katanya.

Erzaldi juga sempat menyebut kapan terakhir kali bertemu dengan Bupati Bangka Barat. "Terakhir ketemu Pak Parhan kemarin malam jadi waktu beliau di rumah sakit itu ketika ada rencana mau di bawa ke Jakarta kan waktu saya dengan Pak Menteri kesini, rombongan beliau ketemu di ujung kota Muntok, sorenya ternyata masih di RS Siloam. Saya menjenguk beliau dan beliau masih sadar ketemu saya pegang saya dan sempat terucap sama beliau minta di Plt kan," ujarnya.

"Saya bilang tunggu saja, nanti mudah - mudahan selesai dengan baik. Dan beliau sempat memperkenalkan saya dengan putranya yang bernama Reza, memang belum pernah ketemu saya.  Tapi saya nggak mau lama - lama karena kasian beliau karena terlalu terpaksa kalau ngomong dengan kita," tambahnya.

Dirinya juga sempat menyarankan agar Parhan Ali dibawa ke Jakarta. "Atas saran kita dan saya minta rembuk keluarga tadinya tetap mau di bawa ke Jakarta, saya sarankan coba ke Rumah Sakit Soekarno saja karena RS Soekarno kan sudah sangat lengkap alatnya dan kita juga sudah ada kerjasama dengan RSCM, dokter dari RSCM nanti yang akan datang. Direktur Rs selalu kontak sama saya kondisi beliau dan sempet membaik dan sempet bercanda lah sama keluarga sampai tunjuk jempol segala macam. Tapi jam tiga tadi Pak Dokter telepon saya secara khusus kindisi beliau menurun, besok rencananya ada dokter yang akan datang dari RSCM. Tapi Allah berkehendak lain," jelasnya.

Erzaldi juga menjelaskan kapan terakhir kali bertemu dengan Hendra Kurniady.

"Pak Hendra terakhir ketemu di bandara. Kalau sama Pak Hendra kan jarang ada interaksi kan say hello ass waalaikum salam tetap semangat kita yang bekerja melayani masyarakat kata - kata yang sering terucap ya itu," pungkasnya.



Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com