• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Imlek Selalu Identik dengan Warna Merah, Ini Alasannya

Sabtu, 02 Februari 2019 | 11:55 WIB
Warga etnis Tionghoa melaksanakan sembahyang di Kelenteng Dharma Bhakti, Petak Sembilan Glodok, Jakarta, Sabtu (28/1/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Klikbabel.com, Jakarta - Tahun Baru Imlek tinggal hitungan beberapa hari lagi. Aneka macam dekorasi, pakaian, hingga pernak-pernik khas Imlek yang berwarna merah pun bisa kita temukan dengan mudah. Sedari dulu, Imlek memang dikenal akrab dengan warna merah. Mulai dari lampion hingga amplop angpau semuanya berwarna merah. Tak cuma itu, warna merah juga terlihat menghiasi kelenteng atau kawasan pecinan. Ya, warna merah memang sepopuler itu di kalangan orang China.

Klik Juga : Duduk Bareng Jokowi, Kiai Maimoen Zubair 'Kepleset' Doakan Prabowo

Tapi, selain karena alasan keberuntungan dan kesejahteraan, ternyata ada legenda di balik warna merah tersebut lho! Dikutip dari Reader's Digest, pemakaian warna merah saat perayaan Imlek rupanya dikaitkan dengan legenda Nian, monster yang selalu mendatangi desa penduduk saat tahun baru tiba. Disebutkan, Nian akan datang untuk meneror warga desa, memakan hasil panen dan ternak, juga anak-anak. Nian sendiri memiliki wujud setengah banteng dan setengah singa. Namun, suatu hari, warga desa menyadari bahwa Nian takut akan tiga hal, yakni api, suara berisik, dan warna merah.

Dengan memakai warna merah, warga desa pun akhirnya berhasil membuat Nian bertekuk lutut. Sejak saat itulah, merah dianggap sebagai warna keberuntungan dan pengusir roh jahat. Tak heran, dalam tradisi Imlek, lampion merah pun akan digantungkan dengan tujuan mengusir unsur negatif. Demikian pula halnya dengan dekorasi kertas yang berwarna merah. Sementara, amplop merah dalam budaya China ternyata tidak melulu artinya uang, lho!

Ya, meski berisi uang, angpau rupanya diserahkan dengan maksud mengusir roh jahat agar tidak mengganggu anak-anak. Itulah alasan warna merah ada di mana-mana saat perayaan Tahun Baru Imlek.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com