• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


"Malu Kita, Masa Bangka Barat Gak Punya Kolam Renang"

Jumat, 01 Februari 2019 | 11:56 WIB
Sekda Bangka Barat Yunan Helmi. Foto ; Ira/klikbabel.com


Klikbabel.com, Muntok - Kabupaten Bangka Barat akan menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang. Maka dari itu, kata Sekretaris Daerah Babar, Drs. H. Yunan Helmi, pihaknya sudah mempersiapkan segala hal untuk menyambut Porprov 2022, mulai dari penyediaan venue.

"Minimal itu dari penyediaan venue. Jadi venue itu kita cicil dari sekarang. Jadi tidak lagi pada hari H nya baru kelabakan karena kita sebagai tuan rumah. Itu luar biasa dampknya untuk Bangka Barat," sebut Yunan.

Menurut Yunan, hal - hal yang harus dipersiapkan untuk Porprov adalah ketersediaan kolam renang. "Pertama itu kita tidak punya kolam renang. Kita kan nggak ada kolam renang, malu kita masa Bangka Barat nggak punya kolam renang. Makanya saya habis-habisan pengen jadi tuan rumah. Saya nggak tau mungkin dua atau tiga bulan kemudian saya pindah nggak tahu. Yang penting hasil saya disini kita ada Porprov kita ada kolam renang, lapangan bolanya representatif, stadion minimal stadion mini, luar biasa dampaknya bagi Bangka Barat," ujarnya.

Terkait masalah biaya, Yunan menyebutkan tidak merinci berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk persiapan Porprov 2022.

"Estimasi biaya kita belum begitu ini tapi memang ada bantuan dari Provinsi maupun APBN," jelasnya.

Sementara itu, terkait bonus atlet kemarin sedang dalam proses dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat.

"Bonus atlet sedang kita proses tetap kita berikan dan sekarang berkasnya sudah di Dinas Pendidikan, tinggal di proses mereka untuk diajukan ke BPKAD," katanya.

Yunan melanjutkan, tidak ada kendala dalam pencairan bonus atlet. Hanya saja anggaran 2018 kemarin tidak cukup untuk bonus atlet.

"Kendala nggak ada,sudah kita anggarkan kok. Memang tinggal pencairannya pada awal - awal ini di anggaran perubahan. Anggaran 2019 karena 2018 kemarin tidak cukup. Yang penting cepet nggak prosesnya dari SPM nya dari Dinas Pendidikan ke Keuangan," tutupnya.



Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com