• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kapal Compreng Kembali Berulah, Jaring Nelayan Sampai Robek

Selasa, 29 Januari 2019 | 20:39 WIB
Pertemuan nelayan Batuperahu di Kantor Danposmat TNI AL Toboali. Foto ; Devi Dwi/klikbabel.com


Klikbabel.com, Toboali - Aktivitas kapal compreng yang berada di perairan Bangka Selatan (Basel) kembali berulah. Salah satu jaring ikan milik salah satu nelayan Batuperahu Kecamatan Toboali robek terkenan jangkar salah satu kapal compreng yang beroperasi pada zona terlarang. 

Ketua Nelayan Batuperahu Joni Zuhri mewakili korban atas nama Rozili dan pemilik kapal korban bernama Subri memaparkan, kejadian persinggungan antara nelayan compreng dan nelayan jaring Toboali terjadi di perairan Tanjung Timur pada Minggu (27/1) sekira pukul 21.30 WIB. 

"Kapal compreng ini beraktivitas pada saat kejadian dibawah 12 mil dari bibir pantai. Dengan kejadian ini telah membuktikan bahwa compreng masih tetap beroperasi dibawah 12 mil," kata Joni Zuhri saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan Danposmat Toboali, Selasa (29/1).

"Setelah kejadian, pihak compreng sempat menawarkan diselesaikan secara damai, yang ditawarkan damai tadi pergantian kerugian tiga tank minyak. Namun pemilik menolak, hitung-hitungan tidak sesuai dengan nilai kerugian," tambah Joni Zuhri. 

Masih terkait negosiasi damai tadi, kapten kapal compreng bersama 9 anak buah kapal (ABK) yang terpantau berada di kapal dengan ciri berwarna hijau dan putih serta berlogo ikan layar turun langsung pada saat itu untuk mengajak korban berdamai.

"Karena kedatangan kami hari ini Danposmat TNI AL Toboali nya tidak ada, besok pagi kita akan melanjutkan laporan ini ke Polres karena mereka salah satu bagian dari tim terpadu. Dengan kejadian ini sudah jelas, tetap masih ada pelanggaran pada jalur penangkapan ikan. Izin mereka dari KKP bekerja diatas 12 mil," terangnya. 

Sementara, Wadanposmat TNI AL Toboali Sertu Ali Hanafi menampung semua laporan yang ditampung oleh nelayan tadi, namun tak bisa memberikan komentar banyak terkait keluhan yang disampaikan oleh nelayan selaku korban tersebut.



Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com