• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Soal Desa Wisata, Komisi I DPRD Babel Konsultasi ke Kemendes PDTT

Jumat, 25 Januari 2019 | 11:23 WIB
Komisi I DPRD Babel saat berkonsultasi dengan Kemendes PDTT. Foto : ist

Klikbabel.com, Jakarta - Sejumlah kepala desa dari Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Tengah bersama Komisi I DPRD Babel melakukan konsultasi ke Direktorat Pembangunan Sarana & Prasarana Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, Selasa (22/1/2019). Konsultasi yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Babel Adet Mastur terkait anggaran untuk Desa Wisata di Bangka Belitung Tahun 2019.

Bersama Komisi I hadir perwakilan dari beberapa Kepala Desa di Bangka Barat dan Bangka Tengah, yakni Kades Beruas, Kades Bukit Terak, Kades Air Menduyung, Kades Keretak, Kades Jebus, Kades Peradong, dan Kades Tugang. Sementara itu dari pihak Direktorat Pembangunan Sarana & Prasarana Desa diwakili oleh Frendy Sihotang selaku Kasubdit Sarana, Prasarana dan Pemukiman Desa. Dikatakan Frendy, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi sesuai dengan fungsinya terus mendorong desa-desa yang ada di Indonesia untuk mandiri dan mengembangkan potensi yang ada di desanya. Untuk itu lanjut Frendy, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi sifatnya bukan melakukan pembangunan melainkan pengembangan. "Kementerian desa bukan melakukan pembangunan, tetapi pengembangan dan pengelolaannya diserahkan kepada BumDes. Karena itu, BumDes harus bisa berprinsip economy oriented," kata Frendy.

Ketua Komisi I DPRD Babel Adet Mastur dalam kesempatan itu mengungkapkan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sedang gencar melakukan promosi wisata yang ada di Babel, apalagi Babel menjadi 10 wisata nasional di Indonesia. Dengan promosi itu akan banyak wisatawan yang datang ke Babel seningga pendapatan masyarakat akan semakin meningkat. "Sebagai provinsi kepulauan, kami terkenal dengan wisata alam juga wisata bahari. Dan kami sangat fokus dalam pengembangan pariwisata, terlebih Babel ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata dari 10 lokasi wisata nasional di Indonesia," ujar Adet.

Dikatakan Adet, beberapa lokasi di Babel yang mendapatkan perhatian pusat, seperti Tanjung Kelayang Belitung yang sudah ditetapkan sebagai KEK Wisata, dan selanjutnya kawasan Tanjung Gunung dan Lintas Timur juga direncanakan akan dijadikan sebagai KEK Wisata. Dia menambahkan, banyak tempat yang bisa dijadikan daya tarik Bangka Belitung sebagai desa wisata. Seperti Desa Beruas Kecamatan Kelapa yang sedang melakukan pengembangan budaya tanaman sorgum. Dalam kesempatan itu juga Kades Bukit Terak, Kamisun yang ikut mempromosikan pengembangan budi daya kerang di kawasan wisata Peruing di Desa Air Menduyung.

Pada tahun sebelumnya, ada beberapa pengembangan  oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi untuk mendukung pariwisata di Babel, diantaranya pengembangan Desa Wisata di Desa Sempan, Kecamatan Pemali pada tahun 2016, pengembangan Pasar di Kecamatan Riau Silip pada tahun 2017, pembuatan gazebo, toilet dan jalan di Desa Tukak Sadai pada tahun 2018) serta Desa Wisata Sijuk melalui pembuatan homestay & MCK. “Kalau untuk Tahun 2019, Bangka Belitung tidak mendapatkan bantuan dari Kemendes,” kata Frendy.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com