• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Berawal dari Keraguan, Tanaman Holtikultura Dinilai Haji Keling Sebagai Bisnis yang Menjanjikan

Rabu, 23 Januari 2019 | 20:29 WIB
Pekerja di kebun milik H Keling, warga Desa Kepoh nampak sedang memanen buah melon. Foto ; ist

Klikbabel.com, Toboali - Diatas lahan seluas 1 ha lebih eks rawa-rawa dan sawah yang berada di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan,  Andi Kusuma alias H. Keling berhasil menyulap menjadi kebun tanaman holtikultura dengan berbagai macam komoditi. 

Buah Melon menjadi komoditi andalan H Keling dilahan kebun tersebut selain Gambas, .entimun dan Labu Madu. Dimana saat ini berbagai jenis komoditi itu sedang memasuki masa panen sehingga para pekerja nampak fokus memetik buah dan sayur saat dijumpai wartawan, Rabu (23/1).

"Ide awal dirinya menggeluti bisnis tanaman hortikultura setelah melihat keberhasilan Ketua APDESI Basel Basahir. Pak Kades Gadung itu saya nilai berhasil membudidayakan tanaman hortikulutra diatas lahan eks rawa dan sawah," ujar H Keling. 

Namun bukan tanpa keraguan, awalnya, H Keling sempat berfikir tekstur tanah dan iklim Provinsi Babel tidak cocok untuk tanaman hortikultura. Seiring berjalan waktu, bisnis ini menurutnya cukup menghasilkan. Apalagi, modal yang dikeluarkan tak begitu besar.

"Hampir setiap hari hasil panen seperti Gambas, Labu Madu, Mentimun dan Melon habis di boyong pedagang lokal. Iklim daerah ini ternyata cocok untuk membudidayakan tanaman hortikultura. Waktu panen tanaman pun tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun. Minimal 45 hari dan maskimal 65 hari," sebutnya.

Hanya saja, lanjut dia, besarnya modal awal yang dikeluarkan sebatas penggarapan lahan, bibit, pupuk dan pembuatan jalan serta pondok. Namun, seiring berjalannya waktu, biaya yang dikeluarkan diperhitungkan tidak begitu besar.



Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com