• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


'Tsunami PHK' Hantui Perbankkan?

Senin, 21 Januari 2019 | 08:14 WIB
Ilustrasi. Foto : net


Klikbabel.com, Jakarta - Baru-baru ini Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (Jarkom SP Perbankan) menyebut "tsunami PHK" atau pemutusan hubungan kerja tengah melanda industri perbankan dalam negeri.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah karyawan yang menjadi korban disebut mencapai 50.000 orang. Jarkom SP Perbankan menyebut digitalisasi perbankan sebagai salah satu penyebab tsunami PHK tersebut.

Di tengah maraknya wacana pengembangan Industri 4.0 yang mengarah pada digitalisasi, muncul kekhawatiran bahwa teknologi, termasuk robot-robot, akan merebut pekerjaan manusia. Kasus ini ternyata menjadi perhatian tidak hanya Indonesia namun juga negara-negara berkembang.

Dalam laporan World Development Report (WDR) 2019 yang dikeluarkan Bank Dunia Oktober tahun lalu disebutkan bahwa orang-orang yang hidup di negara-negara maju cemas akan dampak teknologi terhadap lapangan kerja. Mereka khawatir meningkatnya kesenjangan yang diperparah dengan "gig economy" akan membuat kelompok tertentu berada dalam kondisi pekerjaan terbawah.

Gig economy terjadi ketika beberapa perusahaan mengontrak pekerja independen untuk jangka waktu tertentu.

"Benar bahwa di beberapa negara maju dan negara dengan pendapatan menengah pekerjaan manufaktur hilang karena otomatisasi. Para pekerja yang melakukan pekerjaan rutin yang terkodifikasi adalah yang paling rentan digantikan," tulis laporan tersebut, dikutip Senin (21/1/2019).

Namun, tambahnya, tetap saja teknologi menyediakan kesempatan penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan layanan publik yang efektif.

"Melalui inovasi, teknologi menghasilkan sektor baru dan pekerjaan-pekerjaan baru," menurut World Development Report 2019.



Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC