• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Bangka Tengah Bidik Gaharu, Fakta Pebisnis 'Kayu dari Surga' dengan Omset Rp5 Miliar

Jumat, 18 Januari 2019 | 10:59 WIB
Pohon Gaharu. Foto ; Detik.com


Kabupaten Bangka Tengah membidik budidaya Gaharu. Pasalnya, kayu ini punya harga jual Rp20 juta per kilogram. Benarkah demikian?

Dikutip dari Detik.com, pohon Gaharu merupakan salah satu kayu termahal di dunia. Tak banyak orang mengetahui keistimewaan pohon gaharu yang dipercaya mempunyai banyak manfaat. Harga kayu yang mahal di pasaran dan banyak dicari itu, menjadi salah satu alasan seorang warga di Purworejo, Jawa Tengah untuk membudidayakannya.

Sebanyak 170 batang pohon gaharu ditanam oleh Satoto Sri Margiyono (54) warga Dusun Daleman RT 03/ RW 01, Desa Kaligesing, Kecamatan Kutoarjo. Pohon yang ditanam di pekarangan rumahnya itu awalnya berjumlah 400 batang, namun lebih dari setengahnya telah mati karena salah perawatan.

Satoto sendiri mulai menanam pohon sejak 15 tahun lalu. Berbagai manfaat pun ia beberkan.

"Pohon ini dipercaya memang dulunya dari surga, bahkan orang-orang arab sangat mempercayai itu. Dulu saya punya sekitar 400 batang, namun sekarang tinggal 170 batang. Manfaatnya juga banyak mulai dari daun hingga batangnya, bisa untuk teh kesehatan hingga menyembuhkan berbagai macama penyakit," katanya.

Selain itu, daun gaharu bisa dijadikan sebagai minyak wangi dan batangnya juga bisa digunakan sebagai pengharum ruangan atau untuk terapi kesehatan dan berbagai manfaat lainnya. Harga daun basah dari pohon itu sekitar Rp 30.000/kg. Sedangkan batang gaharu super kelas satu harganya bisa mencapai puluhan juta per kilogramnya.

"Minyak wangi dari sulingan daun itu harganya sangat mahal untuk per mili liternya. Batang yang super harganya sekitar puluhan jutaan per kilogramnya," lanjutnya.

Satoto menuturkan bahwa ada beberapa jenis dari pohon gaharu, namun dirinya hanya memiliki jenis Malaccensis dan Gyrinops yang merupakam kelas terbaik dan menengah. Kayu termahal di dunia ini sangat diminati oleh negara-negara Timur Tengah.

"Untuk pasarannya saya ekspor ke luar terutama ke negara-negara Timur Tengah karena di sana banyak diminati, kalau di Indonesia sendiri malah kurang diminati," imbuhnya.

Dia mengatakan pohon ini baru bisa dipanen dengan usia minimal 5 tahun. Dari 170 batang pohon gaharu usia 15 tahun yang ia miliki, ada sekitar 104 batang yang siap panen.

"Kalau borongan dari 104 pohon siap panen itu saya minta 5 Milyar mas, kemarin sudah ada beberapa orang yang nawar 3 Milyar tapi belum saya lepas," pungkasnya.



Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : Detik.com