• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Demi Anak Kuliah di Taiwan dan Sukses, Rela Jual Rumah

Selasa, 15 Januari 2019 | 12:10 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Orang tua Mahasiswa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Taiwan, menyatakan dukungannya terhadap Program Gubernur Babel Erzaldi Rosman yang memberikan beasiswa kepada anak-anak Babel untuk bisa mengenyam pendidikan di Negeri Taiwan. Menurut para orang tua, program tersebut, selain wujud nyata meningkatkan sumber daya manusia, juga untuk membantu perekonomian keluarga. Sebab, di Taiwan, selain berkuliah, putra-putri Babel itu juga, menjalani magang, dan didalam magang itu, mereka mendapatkan gaji.

Klik Juga : 30 Tahun, Emak-emak Asal Pangkalpinang Sudah Hamil 9 Kali, Viral di Sosmed

Zainal menyebutkan, ada salah satu orang tua yang berprofesi sebagai Petani, anaknya juga kuliah dan menjalani Program Magang di Taiwan. Anaknya itu, kata Zainal, baik-baik saja dalam menjalani perkuliahan dan magangnya di Taiwan. Bahkan, anaknya itu, disebutkan dia, malah sudah berniat mengumpulkan uang dari Magang itu, untuk mengumrohkan orang tuanya. Hal itu diungkapn Zainal, saat diminta memberikan tanggapan terkait isu tak sedap yang tengah dihadapi Mahasiswa Babel di Taiwan, di Aula LPMP Babel, Senin (14/1/2019).

Bahkan ada yang hal yang mengejutkan, demi mendukung suksesnya Program Gubernur Erzaldi yang dilakukan melalui Dinas Pendidikan Babel ini, ada seorang Ibu bernama Kristian, anaknya Nico, yang saat ini sedang kuliah dan Magang di Taiwan, harus rela menjual rumah miliknya. “Agar anak saya bisa sukses di sana (Taiwan), yang rela menjual rumah saya,” ungkapnya. Kristina mengaku terus menjalin komunikasi dengan anaknya di Taiwan, dan menurut sang anak, Ia baik-baik saja. “Anak saya di Taiwan baik-baik saja. Makanya saya rela menjual rumah saya untuk mendukung anak saya agar sukses,” tuturnya. Ia berpandangan, Program beasiswa pendidikan kuliah dan magang di Taiwan ini sangat baik. “Saya berharap Program ini terus berlangsung,” kata Kristina. Ungkapan senada juga diungkapkan orang tua lainnya yang hadir dalam pengarahan yang diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Babel itu. Mereka mayoritas mendukung dan menghendaki Program ini berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh mengungkapkan, dari Kemenlu dan Kemenristek Dikti RI, mengatakan, program ini bagus. “Jadi, kedepan, karena di sana (Taiwan), agar regulasinya di tata kembali, lebih baik lagi. Kita sangat mendukung Program ini, malah kalau bisa, beasiswa freenya dibebaskan sampai 4 tahun,” ujar Soleh. “Kita ingin anak-anak kita di Taiwan tidak ada masalah, baik terhadap kuliah maupun magang. Untuk itulah bapak/ibu kami hadirkan disini dalam rangka mengkalrifikasi berita-berita hoax yang beredar baik online, TV maupun cetak,” ungkap Soleh dihadapan orang tua Mahasiswa Babel di Taiwan.

Kadisdik Babel ini juga menyebutkan, sampai sekarang, hanya orang tua Mahasiswa Babel yang kuliah dan magang di Taiwan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai kondisi anak-anaknya di Taiwan, karena Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemprov Babel ikut memfasilitasi. “Anak-anak yang kuliah di Taiwan bukan hanya dari Babel dan daerah-daerah lain di Indonesia, namun juga ada 18 negara yang diundang Pemerintah Taiwan,” lanjut Kadisdik.

Klik Juga : Harga Batu Bara Tak Lagi Membara

Akan tetapi, ditambahkan Soleh, hanya Pemprov Babel yang ikut hadir di Taiwan, ikut memfasilitasi ketika terjadi isu-isu tidak benar khususnya terhadap 294 anak Babel yang terdata di Taiwan, dan Indonesia pada umumnya berkenaan dengan kerja paksa dan makan Babi itu. Kata Soleh, fasilitasi Pemprov dilakukan, karena pihaknya melihat ini adalah peluang untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Babel. “Makanya, kami hadir ke sana (Taiwan) ikut memfasilitasi anak-anak dan orang tua dengan Pemerintah di Taiwan. Di tempat lain, tidak ada Pemda mereka yang hadir. Mereka hadir melalui yayasan,” imbuh Soleh.

 

 



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com