• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Defisit Migas Bengkak 44%

Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan sepanjang 2018. Untuk sektor migas, impor masih jauh lebih tinggi ketimbang ekspor. Berdasar data BPS, untuk Desember 2018 defisit migas cukup turun signifikan dibanding November, hingga 85%. Dari sebelumnya defisit US$ 1,46 miliar jadi hanya defisit US$ 218 juta atau setara Rp 3 triliun (dengan kurs saat ini, Rp 14.100). "Defisit Desember migas US$ 218 juta dan non migas US$ 883,2 juta," ujar Kepala BPS Suhariyanto, saat paparan di kantornya, Selasa (15/1/2018).

Klik Juga : Demi Anak Kuliah di Taiwan dan Sukses, Rela Jual Rumah

Dengan demikian, sepanjang 2018 defisit migas RI mencapai US$ 12,4 miliar naik 44% dibanding defisit 2017 yang sebesar US$ 8,57 miliar. Dengan rata-rata kurs 2018 senilai Rp 14.229 per US$, maka defisit migas RI sepanjang 2018 mencapai Rp 176,4 triliun. Defisit migas masih disumbang sebagian besar oleh impor BBM atau hasil minyak yang sepanjang 2018 mencapai US$ 17,58 miliar dan disusul impor minyak mentah sebesar US$ 9,1 miliar.

Juru selamat di sektor ini datang dari gas alam, yang tercatat sepanjang 2018 berhasil mengekspor hingga US$ 10,6 miliar. Naik dibanding 2017 yang ekspornya hanya di US$ 8,7 miliar.
 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC