• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mengapa Nasi Padang Selalu Lebih Banyak Saat Dibungkus, Ini Alasannya

Selasa, 08 Januari 2019 | 16:14 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Mencari rumah makan Padang di berbagai kota di Indonesia relatif mudah. Hampir semua kota terdapat rumah makan Padang. Hal ini juga yang menyebabkan jutaan orang Indonesia kecil kemungkinan tidak pernah mencicipi nasi Padang , salah satu makanan terlezat di dunia ini. Baik itu nasi Padang 'abal-abal' maupun nasi Padang dengan cita rasa original. Kenyataan di lapangan tak bisa disangkal, rumah makan Padang KW lebih banyak bertebaran, sebab memasak nasi Padang asli bukan perkara sepele.

Klik Juga : Surga KBA Tanjungbinga, Belitung Dalam Kepingan Puzzle

Kendati demikian, ada satu benang merah yang acap kita temukan hampir di semua warung nasi Padang, baik KW maupun asli, yakni porsi nasi Padang yang banyak ketika dibungkus. Usut punya usut, penyebab porsi nasi Padang begitu banyak ketika dibungkus berkaitan erat dengan sejarah khusus yang melatari hal tersebut. Dikutip dari berbagai sumber, rumah makan Padang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, saat itu disebut sebagai ampera , singkatan dari amanat penderitaan rakyat.

Karena terkenal dengan cita rasanya nan lezat, konon kala itu rumah makan ampera selalu dipenuhi kaum Belanda yang makan langsung di tempat. Meski harga nasi Padang saat itu relatif murah, keberadaan kaum Belanda membuat banyak masyarakat pribumi enggan makan dan berbaur di warung makan ampera. Maka dari itu banyak masyarakat pribumi yang memilih membungkus nasi Padang agar dapat disantap di rumah. Mengetahui hal ini, terbesit solidaritas para saudagar rumah makan ampera, nasi yang dibungkus untuk sesama orang Indonesia porsinya dilebihkan, sebab tahu keadaan saat itu sama sulitnya.

Dengan porsi nasi yang dilebihkan, para saudagar rumah makan berharap nasi Padang porsi jumbo tersebut dapat disantap satu saudara se Tanah Air bersama keluarga mereka. Nah, sekarang nggak perlu heran lagi ya mengapa porsi nasi Padang yang dibungkus begitu berlimpah.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com