• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Nelayan Diminta Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Rabu, 02 Januari 2019 | 16:32 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Masyarakat di Kecamatan Toboali dan Tukaksadai Kabupaten Bangka Selatan (Basel) telah menerima sosialisasi larangan menggunakan pukat trawl (harimau) khususnya yang berprofesi sebagai nelayan.

Klik Juga : Harga Pertamax dan Tarif Listrik Jadi Pemicu Inflasi Desember 2018

Kepala DPPP Basel Suhadi menuturkan, setelah menerima sosialisasi aturan yang melarang penggunaan pukat tersebut diharapkan masyarakat dapat menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. "Sosialisasi ini sebagai bentuk toleransi dan pembinaan pemerintah. Diharapkan masyarakat tidak terkena tindakan hukum, karena masih menggunakan alat tangkap yang dilarang," ujarnya, Rabu (2/12) kepada wartawan.

Dijelaskannya, sejauh ini respon masyarakat sangat baik dan mereka bersedia mengganti pukat harimau ke alat tangkap yang lainnya, sehingga tidak merusak biota laut. "Kami bersama dengan provinsi akan terus berupaya untuk mengusahakan dan merencanakan bantuan alat tangkap. Tentunya syarat-syarat dan ketentuan harus sesuai pada aturan yang berlaku," terangnya.

Sedikitnya, lanjut dia, terdapat sekitar 190 unit trawl yang beroperasi di perairan laut Basel dengan rincian 100 unit di Sukadamai Kecamatan Toboali dan 90 unit tersebar di Pulau Panjang, Pulau Tinggi dan Sadai Kecamatan Tukaksadai.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com