• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mulkan Bentuk Tim Khusus Tangani Perkara Warga Mabat

Kamis, 27 Desember 2018 | 21:16 WIB
Bupati Bangka Mulkan saat menemui masyarakat Desa Mabat. Foto.; Rama/klikbabel.com

Klikbabel.com, Sungailiat - Tidak hanya menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, ratusan massa yang terdiri dari masyarakat Desa Mabat, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, juga melanjutkan aksi menuju Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kantor Bupati Bangka.

Massa yang mempermasalahkan putusan PN Sungailiat, Pengadilan Tinggi (PT) Babel dan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan hak penguasaan kebun plasma sawit seluas 279,65 hektare menjadi hak PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) tersebut, meminta Bupati Bangka untuk mendampingi mereka menghadapi PT THEP terkait masalah tersebut.

Kembali massa menyuarakan tentang hasil putusan yang dianggap tidak adil, karena secara tidak langsung warga merasa PT THEP telah merampas hak mereka. Bupati Bangka, Mulkan pun langsung menemui massa dan meminta perwakilan mereka untuk melakukan pertemuan di ruang kerjanya. ''Kita dari pihak petani, tidak minta banyak kepada Bapak (Bupati). Kami hanya ingin PT THEP dapat duduk bersama membahas permasalahan ini, melalui Pak Bupati,''jelas salah satu perwakilan massa, Asmawi, saat menemui Bupati Bangka, Kamis (27/12/2018).

Sementara itu, Bupati Bangka, Mulkan juga merasa prihatin dengan nasib masyarakat Mabat yang telah jauh-jauh datang demi menyuarakan aspirasi mereka. Untuk itu, Mulkan menegaskan, pihaknya akan segera menemui pihak perusahaan dan membentuk suatu tim dalam mencari solusi yang tepat dari perkara tersebut.

''Kita akan temui pihak PT THEP untuk membicarakan hal ini. Saya rasa kasihan juga dengan masyarakat. Nanti juga akan kita bentuk tim,''ungkapnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, dikatakannya, sebagaimana keinginan warga, secepatnya akan membentuk tim khusus yang akan mencarikan solusi atas permasalahan antara PT THEP dengan nasyarakat Mabat ini.

''Segeralah nanti kita bentuk, agar dicarikan solusi yang tepat dari permasalahan antara PT THEP dengan plasma di Mabat ini,''terang Bupati. Lebih lanjut, orang nomor 1 di Kabupaten Bangka ini, sebenarnya juga sangat menyayangkan kurangnya koordinasi masyarakat Mabat kepada pemerintah yang dianggap terlambat, karena sudah mencapai putusan.

Mulkan sangat menyayangkan permasalahan ini baru muncul ketika sudah mencapat putusan pengadilan, padahal perusahaan sudah berjalan sejak 2006 silam. ''Saya sendiri kurang tahu, apakah warga dulunya sudah melakukan koordinasi kepada pemkab, terkait akad kredit berdirinya perusahan. Karena, kan sayang, seharusnya akad kredit harus segera diurus sejak perusahaan berdiri tahun 2006 silam,''ucapnya.

Dirinya pun berharap agar masyarakat dapat bersabar menunggu usaha dari Pemkab Bangka untuk mencarikan solusi terbaik, dan berharap PT THEP nantinya bersedia melakukan pertemuan dengan pihaknya, bersama masyarakat Mabat. ''Semoga nanti ditemukan solusinya. Saya harap warga bersabar, prosesnya tidak bisa cepat. Kita ingin yang terbaik buat masyarakat kita,''tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com