• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Satpol PP Hentikan Aktivitas Ternak Ayam di Desa Penyamun

Rabu, 26 Desember 2018 | 23:25 WIB
Satpol PP Bangka saat melakukan penertiban atas peternakan ayam di desa Penyamun, Kabupaten Bangka. (Foto : Ramandha/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Sungailiat - Aktivitas salah satu peternakan ayam di Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, dihentikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Rabu (26/12/2018) akibat banyaknya gejolak dari masyarakat.

Kabid Penegakan Perda, Achmad Suherman menceritakan, warga di sekitar lokasi peternakan, sebelumnya sudah beberapa kali mendatangi tempat tersebut, karena mengeluhkan aroma bau tak sedap.

Ia melanjutkan, tidak hanya itu, lalat dari kandang ayam itu berkeliaran ke rumah warga sekitar. Padahal sebelumnya, dikatakan Herman, sudah diperingatkan dan didatangi Satpol PP Kabupaten Bangka untuk berhenti, namun warga ingin kandang ayam untuk tutup.

"Warga kemarin pagi yang mendesak peternakan itu ditutup segera. Hari ini kami menyampaikan surat penghentian aktivitas peternakan ayam yang diduga menjadi penyebab banyaknya lalat di Desa Penyamun sehingga warga resah,'' jelasnya. 

Herman juga menyampaikan, dari pantauan pihaknya dalam dua hari terakhir, memang benar terjadi banyaknya lalat yang berkeliaran hingga ke rumah-rumah warga, sehingga mereka meminta untuk dihentikan karena tak ramah lingkungan.

"Kami akan panggil pemiliknya dan berharap agar masyarakat jangan melakukan tindakan anarkis. Mari kita selesaikan dulu. Jangan sampai main hakim sendiri. Percayakan kepada Pemerintah," ungkapnya.

Satpol PP Kabupaten Bangka, juga melibatkan anggota Babinsa dan Polsek Pemali, Ketua BPD Penyamun, Sekdes Penyamun dan Dinas Pertanian dan Peternakan saat melakukan penghentian aktivitas peternakan itu. ''Mau tidak mau, mereka (pengelola) harus menghentikan aktivitasnya, apalagi diketahui hingga penghentian, peternakan itu tidak memiliki izin dari instansi terkait,'' bebernya.

"Harus bersedia berhenti. Apa lagi izin belum ada. Masyarakat tadi memaksa minta dirobohkan kandang ayam itu. Karena sejak awal berdiri sampai dengan sekarang membuat masalah terus. Lalat-lalat ini sudah menyebar kemana -mana dan betelur di hutan-hutan, daun-daun, jadi sudah susah dikendalikan," tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com