• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ini Dia Jumlah Penerima Bansos BPNT di Bangka

Rabu, 26 Desember 2018 | 17:41 WIB
Musyawarah Pemkab Bangka bersama para Ketua RT. Foto ; Rama/klikbabel.con

Klikbabel.com, Sungailiat - Musyawarah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, bersama perwakilan Ketua Rukun Tetangga (RT) Se-Kabupaten Bangka, Rabu (26/12/2018) hari ini, berjalan lancar, dalam agenda pembahasan pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2018 di Kabupaten Bangka.

Bupati Bangka, Mulkan, ketika ditemui usai membuka musyawarah tersebut, menjelaskan, Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sendiri, bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di Kabupaten Bangka.

''Banyak tujuannya. Selanjutnya, agar memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM. Ada lagi upaya pemerintah dalam meningkatkan ketepatan sasaran penerima bansos,''terangnya. Ia melanjutkan, manfaat BNPT lainnya yaitu, meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan di masyarakat.

''Penyaluran juga akan lebih efisien. Ini juga upaya kita (pemerintah) meningkatkan transaksi non tunai dalam agenda gerakan non tunai (GNNT), juga kiat dalam pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan,''ungkapnya.

Sementara itu, di Kabupaten Bangka sendiri, KPM untuk BPNT tahun 2018 ini jumlah kuota dari Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat 5079 orang dan non PKH 5294 orang dengan jumlah 10373 orang KPM. Jumlah tersebut, terdiri dari jumlah KPM yang terbagi di 8 kecamatan dengan rincian, Kecamatan Sungailiat 1655 Kartu Keluarga (KK), Riau silip 1125 KK, Puding besar 1284 KK, Kecamatan Pemali 547 KK, Merawang 846 KK, Mendo barat 2385 KK, Belinyu 1494 KK, dan Kecamatan Bakam 989 KK.

Penerima Bansos BPNT, dikatakan Mulkan, adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi 25 persen terendah di daerah pelaksanaan penerima Bansos tersebut, yang Nama dan alamatnya termasuk di dalam daftar KPM dan ditetapkan oleh Menteri sosial. Sementara itu, sumber data KPM Bansos pangan adalah data terpadu dari program penanganan Fakir miskin, yang merupakan hasil pemutakhiran basis data terpadu PDT di tahun 2015. Data KPM ini setiap bulan bisa berubah-ubah tergantung kondisi di lapangan, yaitu dengan menggunakan aplikasi sistem informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (siks-ng).

''Hal itu dilakukan, dimana operator desa maupun kelurahan bisa mengganti KPM dengan KPM lain yang lebih layak sebagai penerima manfaat dari BPNT tersebut,''tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com