• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


DPPP Basel Sebut Tiga Sektor Ini Alami Peningkatan

Jumat, 21 Desember 2018 | 13:33 WIB
Luas tanah tanam padi yang ada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2018 bertambah
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Luas tanah tanam padi yang ada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2018 bertambah seluas 11.025 ha dibanding tahun sebelumnya yang hanya seluas 9.002 ha. 

Hal tersebut tentunya akan selaras dengan program pemerintah daerah yang merencanakan daerah ini akan menjadi swasembada beras di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan dukungan teknologi alsintan. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Basel Suhadi, didampingi Sekretaris Dinas Rizal mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 di wilayah pertanian Kecamatan Toboali telah melakukan penanaman sebanyak 2 kali. 

"Tahun ini tentu produksi padi mengalami peningkatan, di Toboali sudah 2 kali melakukan penanaman. Sekali tanam 1.800 bibit ditanam. Sehingga sudah cukup terlihat taraf perekonomian masyarakat terjadi peningkatan," ujar Suhadi, Kamis (20/12)

.

"Yang tadi petani tidak bisa tanam karena air laut masuk kita buat tanggul, jaringan irigiasi tersier, dam parit. Sehingga tidak banjir lagi seperti di Desa Penutup, hampir seluruh desa yang ada sawah dilengkapi sarana prasarana lah," ia melanjutkan. 

Disebutkan Suhadi, peningkatan produksi beras pada tahun 2018 terlihat dengan telah terpenuhinya konsumsi untuk masyarakat sebesar 67 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 40 persen.

"Berdasarkan data pada suplai lokal memang telah terpenuhi sebesar 67 persen jika tidak dijual ke luar daerah," ungkapnya. 

Sementara, pada sektor pengembangan bawang merah, sepanjang tahun 2018 Kabupaten Basel telah menyebar benih yang ditanam diatas lahan seluas 6 ha. Memang kegiatan sektor bawang merah terbilang baru pengembangan awal.

"Sebelumya ada 2017, namun sifatnya kecil, belum maksimal. Tahun ini disebar benih di Rias, Gadung, Serdang, Sumberjaya Permai dan Pulaubesar. Ada potensi kita kembangkan," sebutnya. 

Sementara itu, pada sektor swasembada sapi terjadi peningkatan populasi sebanyak 1.400 ekor pada tahun 2018 dimana tahun lalu hanya sebesar 1.100 ekor. 

"Kalau terpenuhi itu harus populasinya sebanyak 24 ribu ekor. Bisa dipotong 10 persen berarti sekitar 2.400 ekor. Sifatnya bukan konsumsi, budidaya meningkatkan populasi. Namun target kami tahun 2022 meningkat sebanyak lima ribu ekor. Kan peternakan menunjang kegiatan pertanian," tandasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Zahrul
Sumber : Klikbabel.com