• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Cerita 3 Pekerja PT Istaka Karya Lolos dari Penembakan di Trans Papua

Rabu, 05 Desember 2018 | 09:28 WIB
Personel Brimob didatangkan dari Timika di Wamena. (Kabarpapua.co/Stefanus Tarsi)

Klikbabel.com, Papua - Tiga orang pekerja PT Istaka Karya tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Selasa, 4 Desember 2018. Ketiganya merupakan korban selamat dari insiden penembakan di Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua oleh kelompok bersenjata di Distrik Yal. Dikutip dari laman Kabarpapua.co, ketiganya tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.30 WIT dengan menggunakan helikopter milik TNI AD yang mendarat di Batalyon 756/WMN. Saat ini, ketiga korban sudah berada di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena.

Klik Juga : Kapten Sriwijaya FC Bantah Disuap

Informasi yang didapat menyebutkan ketiga korban yang saat ini dievakuasi ke RSUD Wamena mengalami luka tembak di bagian kaki dan pelipis. Belum ada keterangan resmi dari rumah sakit setempat, tetapi saat ini pihak keluarga korban dan masyarakat setempat memenuhi halaman depan UGD RSUD Wamena. Semua pengunjung hanya bisa berada di luar ruang UGD dan belum diizinkan untuk melihat secara langsung korban. Aparat keamanan juga dengan ketat menjaga pintu masuk UGD, mengantisipasi keluarga korban dan masyarakat memaksa masuk ke ruangan UGD.

Sebelumnya, informasi dari Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, menyebutkan bahwa ada empat orang selamat. Namun saat ini, baru dievakuasi tiga orang, sementara satu orang lainnya belum diketahui di mana. Sementara itu, para keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga mendatangi Kodim Jayawijaya, Wamena. Kebanyakan keluarga korban berasal dari Sulawesi dan Timor, yang berada di Wamena. Mereka datang untuk memberikan informasi terkait identitas anggota keluarga yang menjadi korban penembakan KKB Nduga. Beberapa dari mereka memberikan foto korban kepada Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar.

Namun, Danrem meminta para keluarga korban untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, karena evakuasi akan dilakukan esok hari atau Rabu (5/12/2018) hari ini. "Kami yakinkan keluarga korban, aparat gabungan berupaya semaksimal mungkin tembus ke lokasi kejadian. Evakuasi akan dilanjutkan esok hari dan saat ini aparat keamanan sudah menguasai Mbua,” katanya. Di Kodim Jayawijaya dipasangkan tenda bagi keluarga korban. Tenda ini dilengkapi dengan kursi-kursi yang memenuhi halamannya. Lalu di dalam Aula Kodim juga sudah terlihat 18 peti jenazah yang diletakkan dengan rapi.

Kodim Jayawijaya dipilih menjadi tempat persemayaman sementara para korban penembakan, sebelum nantinya diserahkan kepada keluarga. Sedangkan di Polres Jayawijaya menjadi tempat untuk dilakukan identifikasi data DVI para korban. Teguh, salah satu keluarga korban bernama Caling asal Toraja, menyebutkan Caling bekerja sebagai sopir pada perusahaan tersebut dan terakhir ke lokasi pengerjaan proyek itu pada tanggal 29 November 2018, untuk mengantar material.

Klik Juga : 3 PNS dan 2 Honorer Terjaring Satpol PP

“Sampai saat ini belum pulang dan kami mendengar ada kejadian seperti ini. Kami juga belum pastikan apakah keluarga kami selamat dari kejadian ini atau tidak. Kami berharap semua yang terbaik untuk para pekerja,” ujar Teguh. Ia menyebutkan Caling bekerja di lokasi proyek pengerjaan jembatan sejak awal. Sementara pihak keluarga korban juga sudah menghubungi perusahaan, namun sampai saat informasi masih simpang siur apakah betul atau tidak ada 31 orang tewas tertembak oleh kelompok bersenjata.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com