• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Jika Tak Libur, IHSG Pasti Babak Belur

Selasa, 20 November 2018 | 14:19 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Jakarta - Pelaku pasar saham hari ini bisa bernafas lega. Libur nasional membawa IHSG lolos dari koreksi dalam. Jika perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka, investor akan dibuat menanggung kerugian.   Hingga siang ini, seluruh bursa saham utama kawasan Asia jatuh lebih dari 1%: indeks Nikkei ambruk 1,09%, indeks Strait Times melemah 1,23%, Indeks Shanghai turun 1,63%, indeks Hang Seng anjlok 1,83%, dan indeks Kospi terpangkas 1,02%.  

Ada dua hal yang menyebabkan kejatuhan bursa saham regional. Pertama, saham Apple yang anjlok hingga 3,96% pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Saham Apple dilepas investor menyusul laporan dari Wall Street Journal yang menyebut perusahaan telah memangkas produksi untuk 3 seri iPhone baru yang diluncurkan pada September lalu, seperti dikutip dari Reuters. 

Permintaan yang lebih rendah dari ekspektasi merupakan salah satu alasan perusahaan memangkas produksi dari iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Seiring dengan laporan dari WSJ tersebut, saham-saham dari perusahaan yang memasok komponen untuk iPhone ikut anjlok. Di bursa saham Jepang, saham Japan Display anjlok sebesar 7,69%, sementara di Hong Kong, saham AAC Technologies melemah 3,21%.   

Faktor kedua yang menyebabkan jatuhnya bursa saham regional adalah perang dagang AS-China yang kian panas saja. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang baru saja berakhir gagal menghasilkan sebuah komunike untuk kali pertama dalam sejarah. "Anda tahun dua raksasa (negara) di dalam ruangan," jawab Perdana Menteri Papua New Guinea Peter O'Neill ketika ditanya mana diantara 21 negara anggota APEC yang tidak bisa memberikan persetujuan, seperti dilansir dari Reuters.  

O'Neill yang menjadi Ketua dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa permasalahan utama adalah terkait dimasukkannya World Trade Organization (WTO) dan kemungkinan reformasinya ke dalam deklarasi dari para pimpinan negara-negara anggota.  

loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC