• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Bahan Baku Jadi Kendala Pengusaha Ikan Asin

Senin, 19 November 2018 | 12:34 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Toboali - Pengusaha ikan asin yang ada di Bangka Selatan, Along mengaku, mengalami kesulitan untuk bahan baku. Jika demikian, maka ia akan mencari ikan segar hingga ke Bangka Barat. Menurut Along, hasil produksi olahan rumah tangga tersebut menjadi bisnis yang menjanjikan saat ini lantaran banyaknya permintaan dari pasar. Ikan asin adalah makanan yang digemari masyarakat untuk dikonsumsi.

"Banyak ragam ikan yang diasin, tetapi ikan asin gelamo masih unggul dipasaran karena paling diminati. Biasanya saya jual Rp 30 ribu per kilogram, kalau untuk pelanggan tetap biasanya dijual sekitar Rp 25 ribu sampai 28 ribu per kilogram," kata Along, Senin (19/11).

Meskipun harga ikan asin sangat stabil dipasaran, setiap jenis usaha tak lepas dari sejumlah kendala yang acapkali selalu ditakutkan. Nah, pada bisnis ikan kering ini kekurangan bahan baku menjadi permasalahan serius karena berdampak pada tersendatnya pemasaran. Jika cuaca tidak mendukung seperti terang bulan dan ombak tinggi para nelayan tidak akan melaut hingga cuaca membaik. "Kendalanya tetap pada bahan baku yang sulit didapat. Unutk menutupi kebutuhan itu, makanya kami seringkali membeli ikan dari nelayan Bangka Barat untuk dibuat ikan asin," terangnya.

"Tidak ada yang spesial dari ikan asin olahan kami, perbandingannya 60 - 40. Artinya setelah diolah, berat basah satu kilogram ikan basah akan menjadi empat ons ketika menjadi ikan asin. Cara membuat ikan asin ini merupakan warisan dari orangtua. Takarannya dari dulu seperti itu, tidak apa-apa untungnya sedikit asalkan kualitasnya tetap terjaga dan pembeli puas," lanjut Along.

Tak hanya itu, Along menceritakan tingginya konsumsi ikan asin saat ini tak hanya dikonsumsi pribadi saja, melainkan kembali dipasarkan oleh masyarakat. Bahkan pemasaran ikan asin olahannya tembus ke pasar-pasar luar daerah seperti Bangka Tengah, Pangkalpinang dan daerah lainnya.

loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com