• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Investigasi CIA Soal Pembunuhan Jamal Khashoggi Mengejutkan

Jamal Khashoggi. Foto ; net
Loading...

Klikbabel.com, AS - Tabir kematian kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi kian rumit. Badan intelejen Amerika Serikat (Central Intelligence AgencY/CIA), berdasarkan hasil investigasi menyimpulkan putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.  Hal ini disampaikan disampaikan The Washington Post (biasa disingkat The Post), Jumat, seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Para pejabat mengatakan kepada The Post bahwa mereka percaya pada kredibilitas penyelidikan CIA. Hasil penyelidikan CIA ini, tentu menyangkal penjelasan dari pemerintah Arab Saudi terkait kematian Khashoggi, yang mengklaim bahwa jurnalis Washington Post tersebut meninggal dalam pertengkaran di Kedutaan Besar Saudi, di Istanbul bulan lalu. The Post melaporkan bahwa CIA menemukan panggilan telepon, antara saudara laki-laki putra mahkota, yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, yakni Khalid bin Salman, dengan Khashoggi.

Dalam panggilan telepon tersebut, Khashoggi diarahkan untuk mengambil dokumen di kedutaan besar. Meski demikian, The Post mengatakan bahwa belum jelas apakah Khalid bin Salman mengetahui kalau Khashoggi akan dibunuh. Namun, narasumber The Post menjelaskan kalau panggilan tersebut, merupakan permintaan dari saudara laki-laki Khalid bin Salman, yang berarti merujuk pada Putra Mahkota Saudi. Kesaksian pihak Arab Saudi tentang apa yang terjadi pada Khashoggi berubah-ubah. Beberapa hari setelah Khashoggi menghilang, Putra Mahkota Saudi mengatakan kepada Bloomberg bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat, sesaat setelah tiba.

Pada hari Kamis, jaksa penuntut umum Arab Saudi mengatakan, pihaknya akan menjatuhi hukuman mati bagi beberapa tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan Khashoggi.   

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC