• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Peserta CPNS Banyak Tak Lulus, Komisi I DPRD Basel Sambangi Kemenpan RB

Kamis, 15 November 2018 | 16:53 WIB
Komisi I DPRD Basel saat menyambangi Kemenpan RB. Foto ; Ist

Klikbabel.com, Toboali - Komisi I DPRD Basel kembali melakukan kunjungan kerja ke kantor Kemenpan RB, Jakarta, Rabu (14/11). Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti permasalahan rendahnya kelulusan formasi CPNS tahun 2018.

Sekretaris Komisi I DPRD Basel, Samsir menjelaskan kepergian ke kantor Kemenpan RB tak lain untuk menindaklanjuti aspirasi yang berkembang peserta CPNS dengan jumlah kurang lebih 2957 orang. Seperti yang telah terdata di BKPSDMD Basel, dari pelamar hampir tiga ribu orang tersebut sedikitnya 271 orang dipastikan tidak lolos pada tes administrasi secara online. Sementara 187 orang dipastikan tidak hadir saat pelaksanaan tes kompetensi dasar dan yang berhasil lolos hanya 66 orang saja.

"Mereka yang lolos itu terdiri dari dari 14 orang dari formasi pendidik (guru) dari 123 formasi. Kemudian tenaga kesehatan lolos 13 orang dari 41 formasi, tenaga tekhnis 37 orang dari total 50 formasi, eks honorer K2 1 orang dari 4 formasi dan 2 formasi dari cumlaude," sebutnya, Kamis (15/11) melalui rilis yang diterima wartawan.

Artinya, diungkapkan Samsir, dengan total yang lolos 66 orang dari total 218 formasi yang ada, terdapat empat formasi yang sama sekali tidak ada pendaftar yang tak lain ialah dokter spesialis. Meskipun begitu, rendahnya kelulusan formasi CPNS tahun ini juga dirasakan oleh daerah lain yang ada di Indonesia khususnya wilayah yang jauh dari pusat kota dan jauh pula dari fasilitas pembelajaran. "Seperti yang kita alamai, karena jauh dari pusat kota, minim media fasilitas pembelajaran bagi peserta sebagai persiapan sebelum mengikuti tes seperti bimbingan soal dan lain sebagainya. Peserta tes CPNS ini masih kaku karena sudah lama tidak bersentuhan dengan perangkat lunak seperti komputer dan laptop dalam menjawab soal dengan sistem CAT sehingga mengurangi kecepatan dalam menjawab soal secara online," paparnya.

Samsir menambahkan, kurang bagusnya kualitas sinyal dari pro video yang ada pada saat melakukan tes secara online bisa saja jadi salah satu penyebab lambatnya dalam menjawab soal yang ada. Apalagi, tingkat kesulitan soal yang cukup tinggi dan tidak cukupnya waktu yang disediakan dalam menjawab soal karena tingginya passing grade atau ambang batas kelulusan dibandingkan dengan kemampuan rata-rata SDM yang ada di Basel tersebut.

"Tentunya, permasalahan tadi pasti akan memberikan imbas susulan terhadap keberlangsungan Pemkab Basel khususnya akan berimbas pada stagnasi peningkatan kinerja pemerintahan secara umum yang diakibatkan tidak optimalnya fungsi ASN sebagai akibat kurangnya SDM yang ada," sesalnya. Oleh sebab itu, Komisi I DPRD Basel memprediksi jika tetap menggunakan sistem passing grade untuk bisa memenuhi 218 formasi yang ada dengan asumsi rate kelulusan setiap tahun maka baru bisa dipenuhi paling cepat 3 tahun.

"Makanya dengan beban yang tidak standard dan dengan SDM yang kurang selama tiga tahun pemerintah akan berjalan tidak optimal. Jangan berharap ada peningkatan atau lonjakan peningkatan kinerja pemerintahan di Basel. Analisa yang kami sampaikan ke Kemenpan RB ini berdasarkan hasil keputusan dalam rapat internal Komisi I sebagai dasar untuk menindaklanjuti permasalahan rendahnya kelulusan CPNS yang ternyata sudah menjadi masalah nasional," tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi I DPRD Basel didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Samsul Bahri, Asisten Setda Bidang Pemerintahan Herman dan perwakilan BKPSDMD Basel Rustam. Sementara, narasumber yang menyambut kedatangan rombongan dari Kemenpan RB melalui Bagian Informasi Publik dan Pelayanan Wasito.



Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com