• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Hingga Juli 2018, Terjadi 4 Kali Inflasi di Kota Toboali

Selasa, 13 November 2018 | 12:32 WIB
Staf BPS Toboali Rio. Foto : Devi Dwi/klikbabel.com

Klikbabel.com, Toboali - Kota Toboali mengalami empat kali inflasi dan tiga kali deflasi pada periode Januari-Juli 2018. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Januari dan Juni 2018 masing-masing sebesar 1,48 persen dan 1,28 persen. Secara garis besar, kelompok pengeluaran bahan makanan yang juga dipengaruhi adanya perayaan Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri menjadi penyumbang terbesar Inflasi pada dua bulan tersebut.

Sementara, deflasi tertinggi terjadi pada bulan Februari dan Juli 2018 masing-masing sebesar 0,41 persen. Kelompok pengeluaran bahan makanan juga menjadi penyumbang deflasi pada dua bulan tersebut. Kepala BPS Basel, Zainudi melalui Staf Bidang Produksi, Rio mengatakan kondisi ini menggambarkan bahwa setelah adanya inflasi yang tinggi kemudian diikuti dengan deflasi pada bulan berikutnya.

"Kondisi sampai Juli 2018, laju inflasi tahun kalender Kota Toboali sebesar 2,13 persen. Lebih rendah dibandingkan Kota Pangkalpinang dan Kota Tanjungpandan," kata Rio, Selasa (13/11) siang kepada Klikbabel.com.

"Periode bulan Maret terjadi inflasi sebesar 0,19 persen, inflasi bulan April 0,07 persen dan deflasi lainnya terjadi pada bulan Mei sebesar 0,08 persen. Kelompok pengeluaran dengan laju inflasi tertinggi di Kota Toboali tahun kalender adalah kelompok bahan makanan yaitu sebesar 5,48 persen. Kondisi yang sama juga terjadi di Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan," sambung dia.

Untuk laju inflasi year on year, Rio menerangkan selama Januari-Juli 2018 diketahui bahwa kenaikan harga tertinggi terjadi pada bulan Juni 2017 dengan laju inflasi year on year sebesar 3,73 persen. Menurut Rio, tidak adanya penghitungan laju inflasi/deflasi pada bulan Agustus, September dan Oktober 2018 lantaran pemerintah daerah tidak lagi melanjutkan kerjasama dengan BPS untuk penghitungan perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan inflasi/deflasi di Kota Toboali.

Sebab, anggaran dari BPS pusat hanya digunakan untuk kota utama di suatu provinsi. Melihat wilayah kepulauan ini, hanya Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan yang memiliki anggaran dari pusat untuk penghitungan laju inflasi di daerahnya.

loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com