• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pedagang Anggur di Jalan Raya Selindung Ditertibkan

Kamis, 08 November 2018 | 15:24 WIB
Satpol PP Bangka menertibkan anggur yang dijual pedagang di ruas Jalan Selindung-Pangkalpinang. Foto ; Ist

Klikbabel.com, Merawang - Dianggap mengganggu ketertiban umum, beberapa pedagang anggur di pinggiran jalan raya Sungailiat-Pangkalpinang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ditertibkan Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka.

Achmad Suherman, Kabid Penegakan Perda, Satpol PP Kabupaten Bangka mengatakan, para pedagang anggur tersebut, diminta untuk menghentikan aktivitas jual beli mereka terhitung hari ini, Kamis (8/11/2018). Pihak Satpol PP Kabupaten Bangka, dikatakan Herman, sebelumnya mendapatkan informasi para pedagang yang berjualan di tepi jalan raya dianggap mengganggu pengguna jalan. Selain itu, dikhawatirkan membuat lingkungan menjadi kotor.

''Kita melakukan pengecekan kepada para pedagang anggur di sepanjang jalan raya Selindung. Ada laporan dari masyarakat mereka berjualan di berem jalan dan jalan raya itu termasuk jalur cepat maka sangat berbahaya,''jelasnya.

Ditegaskan juga kepada para pedagang, untuk tidak lagi berjualan di tempat tersebut, mulai besok, Jumat (7/11). Ia melanjutkan, info terbaru juga mengatakan terdapat indikasi mencurigakan pada anggur yang dijual lebih rendah dari harga pasaran, sehingga kualitasnya pun diragukan. ''Mereka pedagang musiman dari Aceh dan terpaksa kita upaya paksa represif. Anggur dari 7 lapak pedagang tersebut berdasarkan test kit Dinas Pangan Kabupaten Bangka, juga terindikasi anggurnya menggunakan formalin, biarpun menurut mereka masih diambang batas aman dikonsumsi,'' ungkapnya.

Terkait harga yang ditawarkan pedagang, memang diakui jauh lebih murah dari harga pasaran anggur normal. Anggur tersebut, hanya mereka jual dengan harga Rp 30.000,- per kilogram (kg), sedangkan di pasaran harga buah anggur mencapai Rp 60.000,- hingga Rp 70.000,- per kg.

"Mereka (pedagang) juga sudah kami kasih tahu hasil test kit soal dugaan kandungan formalin pada anggur mereka, tapi mereka beranggapan masih diambang batas. Jadi menurut mereka masih bisa mereka jual. Tapi tetap kita larang karena aktivitas mereka mengganggu pengguna jalan raya ini,"tutupnya.

loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com