• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Dari Lima Jenis Sayuran Ini, Jack Raup Keuntungan Rp 30 Juta per Tahun

Kamis, 08 November 2018 | 19:38 WIB
Jack saat di kebun sayur miliknya di kelurahan Teladan, Bangka Selatan. (Foto : Devi/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Toboali - Dari kebun sayurnya yang berlokasi di Kelurahan Teladan, Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Jack mampu meraup keuntungan bersih sekitar Rp 30 juta per tahunnya dari lima jenis sayuran yang ia tanami dengan luas tanah tak lebih dari 500 m2. Modal awal yang dikeluarkan pun diperkirakan hanya sekitar Rp 3-4 juta guna membeli bibit dan juga kebutuhan pupuk yang akan digunakan. 

"Lima jenis tanaman itu ada bawang kucai, seledri, bayam, kangkung dan mentimun. Tapi sistem tanamnya kita ganti-ganti, untuk membenah tanah dan memutus rantai hama, kalau ditanam tanaman sama tetap disitu hamanya," kata Jack, saat berbincang dengan klikbabel.com di perkebunan sayur miliknya, Kamis (8/11/2018) sore. 

Pria berusia 37 tahun tersebut menuturkan, lahan yang tak begitu luas pun juga mempengaruhi penggunaan pupuk. Untuk kebun sayur miliknya tadi, biaya yang dikeluarkan per tahunnya tak lebih dari kisaran Rp 1,5 juta.

"Kalau saya gunakan dua jenis pupuk. Pupuk starter NPK Mutiara karena pupuk utama setahun paling habia hanya 2 karung, karena skala luas lahan kecil, kisaran 700 sampai 800 ribu. Sementara untuk pupuk awal masa tanam, pupuk kandang, paling habisnya 500 ribuan, sekarung cuma 40 ribu," tutur warga yang tinggal di Desa Gadung, Toboali itu.

Jack membeberkan, lima jenis tanaman seperti sayur bayam dan kangkung masa panennya terbilang cepat dengan membutuhkan waktu hanya 25 hari saja. Sedangkan mentimun masa panennya sekitar 50 hari, bawang kucai 75 hari dan seledri 90 hari dengan sistem panen menggunakan cara manual.

Harganya pun terbilang stabil dan terkadang bisa dikatakan flutuaktif. Untuk jenis sayur bayam dan kangkung dihargai Rp 2.000 per ikatnya, mentimun Rp 5.000 per kg, bawang kucai Rp 20.000 per kg dan seledri Rp 50.000 per kg. 

"Kalau panen berlimpah (banjir) juga di daerah lain, kangkung dan bayam pernah anjlok sampai dihargai seribu per ikatnya, tapi biasanya stabil harganya dua ribu. Sedangkan saat musim kemarau kangkung dan bayam harganya bisa empat sampai lima ribu. Tapi tidak lama, kan ada pasokan berikutnya," terangnya. 

"Timun kalau lagi musim kemarau atau mendekati lebaran harganya bisa jadi sepuluh sampai lima belas ribu dan seledri sampai harganya seratus ribu. Sebab, permintaan tinggi," tambah dia. 

Sementara, untuk sistem pemasaran, terkadang dirinya langsung menjajakan sendiri sayur-mayurnya selepas pulang dari kebun ke rumah-rumah. Walaupun pada saat itu terkadang panen sedang melimpah. Alasannya cukup logis, mengingat jika di pasarkan ke agen jual perbedaan harganya dua kali lipat

Kendati demikian, menurutnya menjadi petani sayur itu merupakan profesi yang asyik. Dibandingkan dengan profesi lain, ada sebuah ketenangan tersendiri saat menjalani rutinitas sebagai petani.

loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com