• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sempat Dikira Gelandangan, Ternyata Dulunya Drummer Band yang Disukai Jokowi

Selasa, 06 November 2018 | 08:15 WIB
Bambang Suwarno. Foto ; ist

Klikbabel.com, Sragen - Bambang Suwarno (86) alias Bambang Ternchem drummer grup musik lawas Ternchem yang disukai Presiden Jokowi mengalami kisah tragis setelah namanya tak lagi dikenal.

Bambang Ternchem sempat dikira gelandangan kala ditemukan anggota Polsek Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Senin (13/8/2018) lalu. Padahal, Group Ternchem di masa jayanya dikenal dengan aksi panggung yang ekstrem. Penampilan mereka kerap memunculkan ular, api dan peti mati di setiap aksi panggungnya.

Bahkan, salah satu pertunjukannya di Malang, Jawa Timur (Jatim) Ternchem membawakan suguhan lagu berjudul Into The Fire dari grup musik Deep Purple yang dibawakan dengan versi Bernard sang vokalis. Sang vokalis pun muncul dengan keadaan kepala terbakar. Api itu terus berkobar hingga akhir pertunjukan dan ditutup dengan adegan bunuh diri Bernard yang dimasukan ke dalam peti mati dengan diiringi lagu dari Rolling Stone bertajuk Coming Down Again.

Dikutip dari Discogz.com, Ternchem merupakan grup musik beraliran psychedelic rock yang dibentuk pada 1959. Mereka meluncurkan album pada 1969 namun bubar pada 1975. Dari satu album tersebut, terdapat sembilan lagu. Kesembilan lagu itu adalah Hanya Untukmu, Cinta Pertama, Menangis, Cemburu, Salam Kenangan, Jaman Edan, Minggu Yang Lalu, Jeritan Cinta, dan Sayangku.

Namun demikian, Bambang Suwarno (86) drummer grup musik lawas Ternchem dikabarkan meninggal dunia Senin (5/11/2018) pukul 21.30 WIB. Kabar ini disampaikan Ari Headbang yang merupakan rekan Bambang Suwarno alias Bambang Ternchem. "Sudah sepuh," kata Ari saat ditanya mengenai penyebab meninggalnya Bambang Ternchem.

Kabar meninggalnya Bambang Ternchem juga dikonfirmasi adiknya, Bambang Sudarno (73). Adik kandung Bambang Ternchem ini mengatakan kakaknya meninggal di Kleben, Gedongan, Colomadu, Karanganyar.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com