• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ini Jumlah Sebenarnya Korban Pesawat Lion Air JT 610 Asal Babel

Selasa, 06 November 2018 | 18:16 WIB
Dedy Setiawan, selaku Pjs Manager Airport Lion Air Pangkalpinang saat diwawancarai. Foto : Rama/klikbabel.com

Klikbabel.com, Sungailiat - Satu lagi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 berhasil diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri dan dipulangkan ke rumah duka. Yakni korban atas nama Hendra. Warga Jalan Angsa 1 Parit 1, Kelurahan Kuday, Kecamatan Sungailiat tersebut, merupakan korban kedua yang berhasil diidentifikasi berdasarkan daftar manifest penerbangan.

Hendra bersama sang istri Liany (37) dan anak bungsunya Kenzo Cannavaro (6) diketahui masuk dalam daftar manifest yang dikeluarkan pihak Lion Air. Dedy Setiawan, selaku Pjs Manager Airport Lion Air Pangkalpinang yang juga ikut dalam rombongan pemulangan jenazah mengatakan, hari ini, Selasa (6/11) pihaknya sudah memulangkan 6 jenazah korban asal Bangka Belitung.

''Total hari ini yang telah dipulangkan dan berhasil diidentifikasi tim DVI Mabes Polri itu ada enam orang. Tersebar ada di Pangkalpinang, Mentok dan Kabupaten Bangka ini,'' jelasnya, Selasa (6/11/2018) sore. Ia melanjutkan, diketahui juga melalui data manifest yang telah terverifikasi oleh pihaknya, korban Hendra memang terdata bersama keluarganya menumpangi pesawat Lion Air JT 610 tersebut menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Namun, hingga sekarang baru korban atas nama Hendra yang ditemukan. Untuk anak dan istrinya sendiri masih dalam pencarian tim pencarian yang terdiri dari Basarnas serta unsur lainnya. ''Kita sistemnya menunggu. Jadi ketika ada konfirmasi dari Basarnas, kita akan bergegas menyiapkan segala sesuatu, termasuk proses pengiriman jenazah,''ungkapnya.

Sementara itu, I. Marpaung selaku Kepala Unit Keuangan dan Akuntansi, Jasaraharja Pangkalpinang mengungkapkan, menurut data yang diterima oleh pihaknya, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 asal Bangka Belitung (Babel) sendiri totalnya berjumlah 56 orang, dan untuk wilayah Kabupaten Bangka terdata berjumlah 11 orang.

Dalam proses pemberian dana santunan Jasaraharja terhadap korban sendiri dikatakan Imam, tidaklah sulit. Diketahui, para ahli waris korban hanya menyediakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) plus akte kelahiran apabila belum menikah, serta Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah bagi yang sudah menikah. ''Rekening ahli waris juga akan kami minta untuk proses pembayaran. Santunan akan segera kita bayarkan, apabila seluruh korban sudah teridentifikasi semua,''tutupnya.

loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com