• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pemkab Basel Belum Miliki Sertifikat Eliminasi Kaki Gajah, Ini Penyebabnya

Senin, 05 November 2018 | 15:15 WIB
Kepala DKPPKB Basel, Supriyadi. Foto ; Devi Dwi/klikbabel.com

Klikbabel.com, Toboali - Selain Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Selatan termasuk salah satu daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat eliminasi kaki gajah. Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dapat menerbitkan sertifikat kepada daerah atas keberhasilan mereka mengendalikan penyakit kaki gajah atau filariasis.

Sertifikat tersebut diberikan setelah dilakukannya sejumlah evaluasi. Sementara, angka pengidap penyakit kaki gajah di Bumi Junjung Besaoh masih cukup tinggi hingga saat ini setiap tahunnya. Penyebabnya, obat yang diberikan tidak diminum oleh masyarakat.

"Basel sudah tiga priode minum obat kaki gajah. Periode pertama tahun 2005 sampai 2009 tidak lulus. Tahun 2011 kita ikut lagi, pada Transmission Assesment Surveys (TAS) pertama saat itu Basel lulus, namun TAS ke 2 Basel tidak lulus," ujar Kepala DKPPKB Basel, Supriyadi, Senin (5/11).

"Dilanjutkan lagi minum obat periode ke dua tahun 2015 sampai 2016. Cuma saat mengikuti Free TAS tahun 2017 kembali dinyatakan tidak lulus juga," ceritanya pada saat itu sehingga Basel akan kembali mengikuti minum obat priode ketiga dari tahun 2018 sampai 2019.

Menurut Supriyadi, Pemkab Basel akan terus berupaya mendapatkan sertifikat eliminasi kaki gajah dan berharap pada tahun 2020 mendatang saat mengikuti TAS dan Free TAS dinyatakan lulus oleh Kemenkes. Dirinya mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang ada di daerah ini agar mendukung program prioritas eliminasi kaki gajah yang telah ditetapkan oleh Kemenkes sejak tahun 2002 dengan meminum obat yang diberikan.

loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com