• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


DPRD Bangka Gelar Paripurna Penyampaian RAPBD 2019

Senin, 05 November 2018 | 18:22 WIB
Paripurna Penyampaian RAPBD Bangka Tahun 2019. Foto ; Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, menggelar rapat paripurna penyampaian nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019.

Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin saat menyampaikan paparannya menjelaskan strategi kebijakan fiskal dalam RAPBD kali ini seperti, peningkatan konsolidasi fiskal untuk mempertahankan kesinambungan fiskal. Fokus lainnya adalah menjaga defisit anggaran agar dibawah 5 persen dari target anggaran pendapatan. Meningkatkan kapasitas fiskal dari berbagai sumber penerimaan.

''Selanjutnya, mengendalikan dan meningkatkan efisiensi belanja daerah. Pemkab juga ingin memberikan stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,''jelasnya, Senin (5/11/2018).

Pemkab Bangka, melalui rapat paripurna RAPBD ini juga ingin melanjutkan reformasi administrasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rancangan APBD tahun anggaran 2019 ini juga sebagai tindaklanjut nota kesepakatan KUA PPAS beberapa waktu lalu disampaikan eksekutif Kabupaten Bangka dan menjadi acuan penggunaan anggaran 2019 di Kabupaten Bangka.

''Kita berharap RAPBD tahun 2019 diharap memiliki kapasitas bersaing di tingkat nasional,''ungkapnya. Selain itu, kebijakan pemerintah pusat harus dilaksanakan diantaranya kenaikan gaji PNS 5 persen, pengangkatan CPNS sebanyak 250 orang, serta tunjangan dan operasional 5 hari kerja para pegawai. Terjadi juga peningkatan pendapatan dibanding tahun kemarin, akan tetapi karena keterbatasan waktu, baik pendapatan maupun belanja belum dimasukkan ke dalam raperda APBD tahun depan.

"Rancangan APBD ini berpijak dalam nota kesepakatan KUA PPAS tahun 2019 yang disampaikan 15 September 2018 beberapa waktu lalu,"ucapnya. Kehati-hatian Pemkab Bangka dalam penggunaan anggaran dana, karena bersifat dinamis dan pendapatan tersebut sewaktu-waktu dapat berkurang maupun bertambah sesuai dengan realisasi pendapatan APBN. Memperhatikan arah dan strategi kebijakan fiskal dalam postur anggaran pendapatan daerah yakni Rp.1.208.932.103.068,- yang terdiri dari PAD Rp.133.313.540.000,-, dana perimbangan Rp.814.256.529.068,- dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 261.362.034.000,-.

Sementara itu, untuk belanja daerah Rp.1.258.932.103.068,-, terdiri dari belanja tidak langsung Rp.537.122.799.372,- atau lebih kurang 42,66% dari total belanja daerah dan belanja langsung Rp.721.809.303.696,- atau lebih kurang 57,34% dari total belanja daerah Kabupaten Bangka. Pemkab Bangka sendiri mengalami defisit belanja, sebesar Rp.50.000.000.000,- atau lebih kurang 4,14, penerimaan pembiayaan Rp.50.000.000.000,-, pengeluaran pembiayaan nol rupiah, pembiayaan netto Rp.50.000.000.000,- dan sisa lebih pembiayaan tahun berjalan juga nol rupiah.

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian Napitupulu menjelaskan, DPRD menerima dan akan segera membahas penyampaian Pemkab Bangka atas rancangan APBD tahun 2019 tersebut. ''DPRD akan menanggapi dan membahasnya dalam rapat selanjutnya bersama anggota lainnya, demi mendorong percepatan ekonomi, peningkatan infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat,''tutupnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com