• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


18 Orang di Basel Mengidap Kaki Gajah Kronis

Senin, 05 November 2018 | 19:31 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Toboali - Hingga bulan November 2018, tercatat sedikitnya 18 kasus kronis kaki gajah atau filariasis yang tersebar pada 5 kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel, Supriyadi membeberkan kasus kronis kaki gajah yang telah terdata oleh pihaknya paling banyak ditemukan di Kecamatan Payung yakni berjumlah 11 orang. "Disusul oleh Kecamatan Pulaubesar ada tiga orang, Kecamatan Simpangrimba 2 orang. Lalu ada Kecamatan Toboali dan Kecamatan Tukaksadai yang masing-masing ditemukan 1 orang penderita," kata Supriyadi, kepada Klikbabel.com, Senin (5/11) pagi.

Supriyadi menuturkan, jumlah tersebut belum termasuk hasil survey yang dilakukan pihaknya sepanjang bulan September hingga Oktober 2018 di Desa Bedengung Kecamatan Payung. Sebab, dari 100 sampel yang diambil ditemukan lagi 10 penderita baru. "Desa Bedengung ini menjadi daerah sasaran target yang paling banyak ditemukan kasus senitel penyakit kaki gajah. Makanya kita gencar melakukan sosialisasi disana, namun walaupun sudah dilakukan sosialisasi obat yang di berikan tidak diminum oleh masyarakat," keluhnya.

"Pada awal bulan Oktober tadi kita baru sosialisasi lagi di Desa Bedengung tapi partisipasi masyarakatnya sangat kurang. Seharusnya, untuk mau lulus Transmision Assesment Survey (TAS) pertama prevalensinya harus dibawah 1 persen atau mikrofilarianya harus lebih kecil,” paparnya.

Tahun ini jumlah sasaran di Basel mencapai 164.820 orang yang terdiri dari 84.882 laki-laki dan 79.938 perempuan. Besarnya angka sasaran tersebut mengingat balita berusia 2 tahun sampai dewasa yang berusia 70 tahun diwajibkan mengkonsumsi obat pencegahan penyakit kaki gajah.

Supriyadi menyebutkan, penyakit yang dsebabkan oleh cacing filaria dan di tularkan oleh nyamuk tersebut akan berdampak sangat fatal apabila tidak dicegah dengan baik. Selain dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, juga menyebabkan pembesaran kantong buah zakar, payudara dan alat kelamin. Apalagi, penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja, baik itu dewasa maupun anak-anak, laki-laki maupun perempuan.

"Ada juga masyarakat yang tidak diharuskan minum obat kaki gajah. Mereka meliputi anak kurang dari dua tahunatau orang tua lebih dari 70 tahun. Ibu hamil, penderita gagal ginjal, penderita epilepsi atau anak lebih dari 6 tahun dengan riwayat sering mengalami kejang. Penderita sakit berat yang harus berbaring ditempat tidur,demam tinggi, batuk darah, kanker, dengan gizi buruk, penderita penyakit kaki gajah klinis kronis sedang mengalami serangat akut," ulasnya.

Untuk, Supriyadi mengajak mari bersama-sama dengan penuh kesadaran memahami bahaya penyakit kaki gajah sehingga pencegahannya dilakukan dengan mengajak keluarga maupun masyarakat minum obat kaki gajah. Jangan sampai, hanya gara-gara satu desa terkena penyakit, se Kabupaten Bangka Selatan yang harus minum obat ini.

loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com