• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Hadirnya Pabrik Tapioka demi Kesejahteraan Petani 

Kamis, 25 Oktober 2018 | 20:48 WIB
Wabup Bangka Syahbudin saat meninjau pabrik tapioka di Puding Besar. Foto : Rama/klikbabel.com

Klikbabel.com, Pudingbesar - Sosialisasi Program Kemitraan Budidaya Ubi Kayu, digelar oleh PT Sinar Batu Prima (SBP), yang berlokasi di Desa Puding besar, Kecamatan Puding besar, Kabupaten Bangka. Wakil Bupati Bangka Syahbudin yang menghadiri kegiatan tersebut sempat memberikan paparannya dihadapan para petani Ubi (singkong) kasesa.

Menurutnya, hal yang dilakukan oleh PT SBP dengan menggelar sosialisasi ini, merupakan suatu kegiatan positif bagi kelangsungan sektor pertanian di Kabupaten Bangka. ''Ini sangat baik dalam meningkatkan kesejahteraan para petani. Juga dapat membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian,''jelasnya, Kamis (25/10/2018).

Ia melanjutkan, didirikannya pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian serta mendukung pembangunan industri yang dihadirkan dalam peningkatan ekonomi daerah. Di Kabupaten Bangka sendiri sudah berdiri 3 pabrik pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka, seperti PT BMA di Riausilip, PT Bangka Agrisindo Agri di Kenanga, dan PT SBP ini.

''Pemkab Bangka sendiri sengaja mengembangkannya melalui program Kebun Singkong Rakyat (KSR) untuk membantu para petani yang berketerbatasan modal,'' ungkapnya. Program yang melibatkan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) sendiri diharapkan dapat membantu meringankan modal para petani ubi tersebut, lewat bantuan pinjaman modal mereka. ''Kita harap pihak BNI dapat benar-benar menjalin kemitraan yang membangun ekonomi para petani dalam mengembangkan kebun ubi, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujudkan,''ungkapnya.

Sementara itu, Direktur utama PT SBP, Irwan mengatakan, beroperasinya pabrik yang baru berusia 10 bulan tersebut hingga saat ini, baru berjalan 10 persen dari kapasitas sebenarnya, yakni 800 ton per hari. Ia melanjutkan, maka dari itu, dirinya ingin mengajak masyarakat, khususnya para petani untuk bertanam ubi kasesa ini, agar hasilnya dapat dibeli oleh pihaknya.

''Kita dimana hari ini memang sengaja mengumpulkan dan memberikan gambaran kepada para petani. Agar dapat bertanam ubi kasesa, dan hasilnya kami akan beli,''paparnya, ketika memberikan sambutan dihadapan para Petani ubi. Ia juga menceritakan alasan mendirikan pabrik tapioka SBP ini dengan landasan karena merasa terlahir sebagai putra Bangka, dan ingin ada sesuatu yang dapat diperbuat untuk masyarakat bangka sendiri.

''Kita sendiri sudah 25 tahun di Lampung dan berkecimpung di dunia pabrik tapioka ini. Jadi kepikiran untuk berbuat lebih bagi daerah asal kita, dan akhirnya berdirilah pabrik ini,''tuturnya. SBP sendiri dikatakan Irwan, setiap hari membutuhkan pasokan ubi sebanyak 800 ton. Hal tersebutlah yang membuat dirinya merasa untuk mengajak masyarakat bertanam ubi kasesa. ''Harga beli kita dari warga paling rendahnya, ini paling rendah ya, 850 rupiah per kilogramnya (kg). Yang paling tingginya akan kita beli seharga 1.450 rupiah perkilonya,''tegasnya.

Selain itu, pria berusia 65 tahun ini juga mengatakan, sosialisasi serupa juga akan dilakukan pihaknya di seluruh wilayah, termasuk di kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Bangka Belitung.

Bank BNI yang diwakili oleh Sunarna Eka Nugraha, selaku Wakil Pimpinan Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI mengutarakan tentang keinginan Bank BNI untuk memberikan akses kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah, khususnya para petani yang ada di Kabupaten Bangka, agar dapat bisa leluasa bergerak mengembangkan kebun mereka. Program yang diberikan kepada para petani tersebut juga dikatakannya, sangat ringan dengan persyaratan yang juga terbilang mudah.

''Ini segala sesuatunya tidak ribet. Pengajuannya juga tidak akan lama.Tidak banyak syaratnya. Semoga saja langkah kami (Bank BNI) dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya, yaitu bersama Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para petani,''tutupnya.

loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com