• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pabrik Sawit di Bangka Hentikan Sementara Produksi, Ini Alasannya!

Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:09 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Pudingbesar - Pabrik sawit PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) di Puding Besar, Kabupaten Bangka mengakui jika pabrik menghentikan sementara produksi. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat untuk menampung CPO. "Proses kapal masuk untuk mengambil CPO tidak lancar akibat cuaca kurang bersahabat, sehingga mengakibatkan tangki penampungan CPO tidak bisa dikirim ke luar daerah. Untuk itu, pabrik sawit menghentikan produksi sementara, karena tidak ada tempat penampungan CPO," Kata Nurdianto, perwakilan PT THEP dihadapan Tim Satgas Pengawasan Kelapa Sawit Provinsi Babel, Rabu (24/10/2018).

Klik Juga : Bakar Bendera Tauhid, GP Ansor Tolak Minta Maaf

Selain itu, diungkapkan Nurdianto, kondisi CPO menjadi kendala, dimana kualitas sawit kurang baik. “Kadar asam pada CPO cukup tinggi. Hal itu menyebabkan buyer membeli CPO yang kualitas asamnya rendah. Ini menjadi permasahalan saat ini,” ujar Nurdianto. Senada,Amin selaku Manajer PT Gunung Maras Lestari dalam kesempatan itu mengatakan, kondisi saat ini cukup komplek. Dimulai dari kondisi panen raya kelapa sawit yang bersamaan, kemudian proses kapal masuk untuk mengambil CPO tidak lancar akibat cuaca kurang bersahabat, sehingga mengakibatkan tangki penampungan CPO tidak bisa dikirim ke luar daerah.

Sementara, Ketua Tim Satgas Pengawasan Kelapa Sawit Yulizar menjelaskan, tujuan Tim Satgas Pengawasan Kelapa Sawit adalah Pabrik Sawit PT Gunung Maras Lestari dan Pabrik PT Tata Hamparan Eka Persada. Di Pabrik ini, Tim Satgas melakukan dialog dengan Pimpinan PT Gunung Maras Lestari. Dihadapan Manajer PT Gunung Maras Lestari, Yulizar mengatakan, dilakukannya tinjauan kembali oleh Tim Satgas ke lapangan, untuk merespon keluhan para petani kelapa sawit terkait daya tampung tandan buah segar yang terbatas. “Laporan masyarakat petani, pabrik sawit saat ini, tidak lagi menerima tandan buah segar milik masyarakat. Makanya, maka dari Pemerintah Daerah harus membuktikan laporan masyarakat tersebut,” ungkap Yulizar.

Dari laporan itu, ditambahkan Yulizar, masyarakat mengatakan, daya tampung pabrik kelapa sawit terbatas. Apalagi saat ini, sedang panen raya tandan buah segar. “Kami ingin memastikan itu semua, sehingga ada solusi terbaik antara kedua belah pihak. Pemerintah sifatnya hanya membantu untuk mengatasi masalah ini,” kata Yulizar.

 

loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com