• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kisah Volunteer Babel Tempuh Jalan Berjurang Sebar Bantuan di Desa Tanpa Listrik

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:35 WIB
Suasana penggalangan bantuan oleh Volunteer Babel bersama Pramuka Peduli Kwarda Babel di desa Sindosa, Sulawesi Tengah. (Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Palu - Hampir satu bulan, bencana gempa dan tsunami menerjang Kota Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Relawan dari penjuru dunia berbondong-bondong memberikan bantuan untuk mengembalikan kecantikan daerah di wilayah tengah Indonesia itu. Tak terkecuali relawan asal Bangka Belitung (Babel) mengatasnamakan diri Volunteer Babel dan Pramuka Peduli Kwarda Babel.

Klik juga : Mari Kenali Gejala Stroke dan Ketahui Langkah Pencegahannya

Tugas kemanusiaan yang diemban oleh puluhan relawan yang dipercaya untuk meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah, terus dilakukan oleh Volunteer Babel dan Pramuka, hingga Rabu (17/10/2018). Tujuan relawan itu kini menuju sebuah desa bernama Sindosa, Kecamatan Sindue Tobata, yang berada di lembah gunung Bonjoh, Sulteng. Keberangkatan mereka setelah menerima informasi yang diterima dari seorang siswi bernama Ema Pratiwi, dimana desanya masih sangat kekurangan bantuan logistik.

Dengan jarak tempuh -+71 km dari Kota Palu, relawan melalui jalan aspal bergelombang dan perjalanan -+ 3 jam yang harus melewati jalan berbatu menyusuri gunung dan jurang, belum lagi batu dan tanah longsor yang mengharuskan team Pramuka Peduli dan Volunteer Babel harus lebih sigap dan berhati-hati.

Jalan gelap karena rusaknya instalasi listrik semakin memperlambat perjalanan. Hingga pukul 20.00 WITA, rombongan akhirnya tiba di sebuah desa yang terdiri dari 3 dusun dengan 206 kepala keluarga. Tim disambut dengan penerangan cahaya dari lampu minyak.

"Kami disambut di rumah tetua adat desa Sindosa, penyambutan warga yang penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan begitu kental, menghilangkan rasa penat dan letih. Menurut Kepala Desa, Anton di desa Sindosa ini, 32 rumah sudah tidak layak dihuni dikarenakan rubuh dan retak bahkan ada rumah yang terendam lumpur," ujar salah satu relawan, Rio Esha dalam rilis yang diterima klikbabel.com, Kamis (18/10/2018).

Mengingat medan yang cukup sulit, tim memutuskan untuk menginap di desa Sindosa, diteras rumah warga dengan perlengkapan yang telah disiapkan dari posko. "Banyak informasi yang kami dapatkan dari obrolan dengan warga. Sejak terjadinya gempa hingga 3 pekan pasca gempa," tuturnya.

Bantuan pun diserahkan kepada Kades, Anton berupa beras, mie, minyak goreng, terpal dan sebagainya. "Kami harus segera bergerak menuju posko-posko korban bencana gempa di desa lainnya yang masih kekurangan logistik. Setelah menyerahkan logistik untuk para pengungsi, relawan Bangka Belitung pamit meninggalkan desa," terangnya. 

Loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com / release